Tautan-tautan Akses

Iran Ingin AS Perhatikan Kesepakatan Nuklir Sebelum Pembicaraan Baru


Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. (Foto: dok).
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif. (Foto: dok).

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan jika Amerika ingin terlibat dalam negosiasi, Amerika harus mematuhi perjanjian 2015 yang membatasi aktivitas nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi.

Berbicara hari Kamis (29/8) ketika berkunjung ke Malaysia, Zarif menuduh Amerika “terlibat dalam terorisme ekonomi terhadap rakyat Iran.”

Zarif menunjuk pada keputusan Presiden Trump untuk menarik diri dari kesepakatan 2015, yang disetujui oleh Iran setelah dua tahun pembicaraan dengan Amerika Serikat, Inggris, China, Perancis, Rusia, Jerman dan Uni Eropa.

Trump selama ini menjadi pengecam keras kesepakatan nuklir itu, dan mengatakan perjanjian terlalu terlalu bersahabat dengan Iran dan membiarkan negara di Teluk Persia itu berpotensi menempuh jalur pengembangan senjata nuklir dengan sangat mudah.

Iran telah berulang kali mengatakan program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan jika pembicaraan baru dilakukan, Trump harus “mengambil langkah pertama” dan mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran. [lt/uh]

XS
SM
MD
LG