Tautan-tautan Akses

Massa Perempuan Amerika akan Protes Kebijakan Trump Hari Ini


Para pemrotes membawa poster bertuliskan pesan "We the People" saat pelantikan Donald Trump sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat di Washington, D.C., 20 Januari 2017. (Victoria Macchi/VOA).

Demonstran akan menyerukan persamaan rasial dan gender, perawatan kesehatan yang murah dan hak aborsi, hal-hal yang kata mereka sedang terancam oleh kepresidenan Trump.

Pelantikan presiden baru Amerika Donald Trump kemarin mendatangkan ratusan ribu orang ke Washington. Hari ini, massa yang besar lagi diperkirakan akan datang ke ibukota Amerika itu untuk memprotes kebijakan presiden baru tersebut.

Panitia Pawai Perempuan (Women's March) ke Washington mengatakan mereka memperkirakan ratusan ribu orang hari ini akan berkumpul dekat gedung Kongres Amerika di sepanjang lapangan Nasional.

Para pejabat di Washington mengatakan 1.800 bus telah mendaftar untuk parkir di kota itu hari Sabtu (21/1), yang berarti hampir 100 ribu orang hanya yang akan datang dengan bus.

Seorang perempuan memegang papan bertuliskan "Love Trumps Hate" dan menyalakan lilin sebagai bagian dari aksi protes untuk menyuarakan Hak Perempuan "Lights for Rights" saat pelaksanaan pelantikan Trump sebagai Presiden ke-45 AS, 20 Januari 2017 di depan Theatre Royal de la Monnaie, Brussels, Belgia, 20 Januari 2017.
Seorang perempuan memegang papan bertuliskan "Love Trumps Hate" dan menyalakan lilin sebagai bagian dari aksi protes untuk menyuarakan Hak Perempuan "Lights for Rights" saat pelaksanaan pelantikan Trump sebagai Presiden ke-45 AS, 20 Januari 2017 di depan Theatre Royal de la Monnaie, Brussels, Belgia, 20 Januari 2017.

Panitia pawai itu mengatakan mereka ingin menyampaikan pesan kepada Trump pada hari penuhnya yang pertama memegang jabatan bahwa hak wanita adalah hak azasi manusia. Demonstran nanti akan menyerukan persamaan rasial dan gender, perawatan kesehatan yang murah dan hak aborsi, hal-hal yang kata mereka sedang terancam oleh kepresidenan Trump.

Sarah Young, yang datang dari Indiana untuk pawai di Washington, mengatakan kepada VOA keprihatinan utamanya adalah perawatan kesehatan perempuan.

“Akses ke pil pencegah kehamilan dan akses ke perawatan kesehatan wanita telah berbuat lebih banyak dalam pemberdayaan perempuan dalam abad ke-20 dan memasuki abad ke-21 daripada apapun yang lain. Kami ingin mempertahankan kemajuan tersebut, kami perlu mempertahankan akses ke perawatan kesehatan,” kata Young.

Women's March di Washington DC akan berlangsung serentak di kota-kota lain Amerika Serikat dan seluruh dunia, antara lain, London dan Sydney. Sedikitnya 600 rapat umum telah dijadwalkan di seluruh dunia. [gp]

XS
SM
MD
LG