Tautan-tautan Akses

Washington Hadapi Perubahan Bersejarah Minggu Ini

  • Jim Malone

Kota Washington akan merayakan pelantikan presiden AS, ke-45 Donald Trump pada hari Jumat (20/1).

Washington adalah kota dalam transisi minggu ini, selagi Presiden Barack Obama mempersiapkan jalan bagi penggantinya, Presiden terpilih Donald Trump.

Pendukung Presiden terpilih Donald Trump yang bersemangat memadati Washington untuk merayakan pelantikan presiden ke 45 itu. Tapi demonstran anti Trump juga diperkirakan akan berunjuk rasa pada pelantikan hari Jumat (20/1).

Ini adalah akhir dari sebuah era. Setelah delapan tahun menjabat di Gedung Putih, presiden kulit hitam pertama Amerika, Barack Obama bersiap-siap meninggalkan Gedung Putih.

Obama menyampaikan nada optimistis dalam pidato perpisahannya.

“Bagi mereka yang tidak cukup beruntung menjadi bagian dari tugas ini dan menyaksikannya dari dekat, ini bisa memberi energi dan inspirasi. Dan lebih sering keyakinan kita di Amerika dan sebagai warga Amerika akan dikukuhkan,” tuturnya.

Di Washington, tradisi mempersiapkan pelantikan Donald Trump berlangsung lancar lengkap dengan pawai dan latihan pelantikan.

Pada konferensi persnya minggu lalu, Trump menjanjikan pelantikannya akan menjadi kenangan.

“Tanggal 20 Januari akan menjadi sesuatu yang sangat khusus, sangat indah. Kita akan menyaksikan massa yang sangat besar karena kita punya sebuah pergerakan. Sebuah pergerakan yang belum pernah disaksikan dunia sebelumnya,” ujar Trump.

Pelantikan Trump sudah memicu protes diantara penentang rencana-rencananya untuk memperketat imigrasi dan membatalkan UU asuransi kesehatan Obama.

Dan lebih dari 30 anggota Kongres fraksi Partai Demokrat mengatakan mereka tidak akan menghadiri pelantikan Trump.

Sementara Trump bersiap-siap untuk menjabat, ia menghadapi tantangan sangat besar utuk berusaha menyatukan bangsa, kata analis Michael Barone.

“Saya kira Donald Trump menghadapi kemungkinan tantangan yang lebih besar dari yang diperkirakannya, tiga kali lebih besar dari yang dihadapi tiga presiden terakhir yang masing-masing menghadapi tantangan berat dalam hal itu,” ulasnya.

Trump sudah menunjukkan pendekatan agresif untuk menghadapi media dan ia terus terlibat dalam pertikaian lewat Twitter.

Tom DeFrank mengatakan media harus membiasakan diri dengan hal itu. "Ini adalah gayanya (Trump). Ia senang berada di pusat badai. Ia menyukai kekacauan karena tahu pada akhirnya ia akan membuat keputusan.”

Trump sudah menunjukkan perbedaan tajam dengan Barack Obama kata pakar John Fortier. “Ada perubahan yang dibawa Trump mengenai gayanya. Donald Trump sangat berbeda dari presiden lain manapun dalam hal komunikasinya dan dalam hal tidak takut menghadapi kontroversi. Pastinya tidak akan membosankan”.

Sementara akhir era Obama semakin dekat, era Trump dengan semua harapan dan ketidakpastiannya akan dimulai. [my/al]

XS
SM
MD
LG