Tautan-tautan Akses

'March for Science' Digelar di Seluruh Dunia

  • Carolyn Presutti

Pawai berlangsung di ratusan kota di seluruh dunia pada hari Sabtu (22/4), mendukung perkembangan ilmu pengetahuan atau science. Penyelenggara berharap akan menarik perhatian pemerintah pada fakta mengenai kesehatan, lingkungan, keselamatan dan ekonomi.

Ini mungkin adalah pawai paling cerdas yang pernah dilakukan – sebagian besar pesertanya adalah ilmuwan.

Seorang cendekiawan bernama Sam mengatakan, "Ini tentang kemajuan sains ... tapi semuanya mengarah ke suatu tujuan."

Jim dan Sam meninggalkan pekerjaan mereka di Michigan State University, dan terbang ke Washington membawa satu pesan bahwa: "Sains adalah penting."

Sam Larson mengatakan, "Kalau kita tidak menyadari pentingnya dan keberlangsungan investasi ini, segala sesuatu yang akan membuat kita lebih hebat lagi, akan hilang."

Dari Jerman sampai ke Taiwan dan Australia, acara internasional itu menggugah para penggemar sains yang menuntut agar anggaran pemerintah disusun berdasar pada fakta.

"Saya datang karena saya percaya pada penelitian berdasarkan bukti," kata seorang peserta pawai.

Griffin Adams, seorang ilmuwan tentang masa depan mengatakan, "Kalau mereka tidak melihat pada fakta, maka sains tidak akan menjadi sains lagi dan orang akan bingung."

"Saya sudah bekerja di lembaga perlindungan alam atau EPA selama enam tahun," tambahnya.

Kepala bagian anggaran Amerika mengatakan, bahwa badan lingkungan, penelitian medis dan departemen – departemen lain akan menghadapi pemotongan anggaran.

"Mengenai masalah perubahan iklim, presiden telah mengatakan," kita tidak akan membelanjakan uang untuk itu lagi," ujar Mick Mulvaney.

Dalam sebuah pesan twitter ketika berlangsung pawai sains, Presiden Donald Trump berkata, "Kami berkomitmen untuk melestarikan keindahan alam negara kita."

"Para ahli bisa melakukan apa saja jika kita bekerja sama," kata seorang peserta lainnya.

Beberapa kritikus mengatakan aktivisme jenis ini hanya akan mempolitikkan sains, bidang di mana sebagian besar orang tidak mengumumkan prestasi yang mereka capai.

Jim Dearing, Profesor dari Universitas Michigan mengatakan, "Mereka telah melakukan pekerjaan mereka dengan baik dan mereka tidak perlu menjadi politikus untuk mendapat alokasi dana. Tapi saya rasa masa itu telah berlalu."

"Saya rasa ini bukan masalah politik, saya pikir ini adalah pernyataan bahwa kita memerlukan lebih banyak ilmu pengetahuan," timpal seorang peserta lainnya.

Jadi apa yang terjadi selanjutnya ..... kalau para pengunjuk rasa itu sudah pergi, para pemimpin kembali melakukan pekerjaan mereka?

Para penyelenggara ingin orang-orang membawa kembali kegembiraan ini ke kota asal mereka. Dan, di Washington DC, akan ada unjuk rasa lagi yang mendukung sains akhir pekan depan, yaitu mengenai perubahan iklim. [sp/ii]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG