Tautan-tautan Akses

Gelar March for Science Serentak, Ilmuwan Nyatakan Pendapat


Ratusan ilmuwan dan pendukungnya berpawai di Washington, D.C. sebagai bagian dari rapat akbar di 600 kota seluruh dunia dalam menghadapi apa yang mereka pandang sebagai serangan politik yang terus berkembang terhadap informasi yang bisa dibuktikan keabsahannya, Washington, D.C., 22 April 2017 (foto: C. Presutti‏/VOA)

Ilmuwan berpawai di lebih dari 600 kota di seluruh dunia untuk pertama kalinya dalam usaha untuk menghadapi apa yang mereka nilai sebagai serangan politik yang terus berkembang terhadap bukti yang berlandaskan pengetahuan.

Untuk pertama kali, ilmuwan berpawai di lebih dari 600 kota di seluruh dunia dalam menghadapi apa yang mereka nilai sebagai serangan politik yang terus berkembang terhadap bukti yang berlandaskan pengetahuan. Ribuan ilmuwan dan pendukung mereka menghadiri acara March for Science atau Pawai untuk Sains hari Sabtu di seluruh dunia, termasuk di Australia, Brazil, Kanada, Cape Town, London, Madrid, Nigeria dan Seoul.

Di Berlin, menurut panitia, sekitar 10.000 orang berpawai menuju Gerbang Brandenberg, mengusung plakat bertuliskan "Fakta bukan perasaan" dan “Kami cinta para pakar - yang punya bukti." Peserta pawai di Jenewa membawa poster bertuliskan "Sains – Cahaya lilin dalam Kegelapan" dan "Sains adalah Jawabannya." Di London, demonstran berpawai dari Museum Sains ke Parliament Square di Westminister sambil memegang plakat yang mendukung sains.

Panitia mengatakan, peristiwa internasional itu langkah pertama dalam gerakan sedunia untuk menyadari dan membela “peran penting yang dimainkan ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam kesehatan, keselamatan, ekonomi, dan pemerintah.”

Panitia mengatakan acara itu adalah non-partisan dan tidak bertujuan menentang pemerintah, politisi atau partai apapun. [ka]

XS
SM
MD
LG