Tautan-tautan Akses

Macron, Le Pen Menuju Putaran Terakhir Persaingan Pemilu Presiden Perancis


Marine Le Pen (kiri) dan Emmanuele Macron (kanan), 2 Kandidat Presiden yang maju ke putaran selanjutnya dalam Pemilihan Presiden Perancis.

Sehari setelah pemilih Perancis memilihnya maju ke babak berikutnya dalam pemilu presiden bersama Emmanuel Macron seorang kandidat beraliran tengah, Marine Le Pen yang nasionalis dan anti imigrasi mengumumkan mengundurkan diri sementara, sebagai pemimpin partainya sehingga bisa sepenuhnya menjadi calon bagi “semua rakyat Perancis”.

Untuk memperluas daya tariknya, Le Pen dalam televisi pemerintah Perancis mengatakan, “malam ini saya bukan lagi presiden Front Nasional. Saya seorang calon presiden” dan menambahkan ingin “dipertimbangkan sebagai calon bagi semua partai”

Pada apa yang dianggap analis sebagai goncangan politik di Perancis, Le Pen mendapat 21,5 % suara, sementara Macron mendapat 23,8 % suara. Pemenang memerlukan suara mayoritas sehingga pemilu putaran kedua diadakan tanggal 7 Mei.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah moderen Republik Perancis, kepresidenan akan berada di tangan partai non tradisional, menekankan dalamnya sentimen anti kemapanan yang bisa menentukan apakah Perancis akan tetap menjadi bagian Uni Eropa atau mengikuti jejak independen seperti Inggris keluar dari Uni Eropa/ Brexit dan Amerika di bawah Donald Trump.

“Dalam satu tahun kita telah mengubah politik Perancis” kata Macron dalam kampanye kemenangan Minggu malam.

Macron usia 39 tahun mantan menteri ekonomi beraliran tengah kiri yang pro Uni Eropa dan pro bisnis, unggul dalam jajak pendapat sebelum pemilu meski sebelumnya dikaitkan dengan Presiden Francois Hollande yang beraliran sosialis dan tidak disukai. Daya tarik Gerakan En Marchel yang digagasnya dan baru berumur setahun terutama menarik perhatian di daerah-daerah perkotaan Perancis yang makmur dimana globalisme menguntungkan banyak warga. [my/al]

XS
SM
MD
LG