Tautan-tautan Akses

AS

Laporan: Pengusaha AS Terus Merumahkan Pekerja Selama Pandemi 


Warga berkumpul di pintu masuk kantor Departemen Tenaga Kerja Negara Bagian New York, yang ditutup untuk umum di tengah pandemi Covid-19 di wilayah Brooklyn, New York, AS, 20 Maret 2020. (REUTERS / Andrew Kelly).

Departemen Tenaga Kerja Amerika, Kamis (27/8) melaporkan sekitar 1 juta warga Amerika minta tunjangan pengangguran minggu lalu, suatu tanda para pengusaha terus merumahkan sejumlah pegawai dalam krisis virus corona di AS.

Klaim baru tunjangan mingguan itu mencapai sekitar 1 juta penganggur dalam beberapa pekan terakhir, tapi masih jauh lebih tinggi dari sekitar 200.000 permintaan tunjangan sebelum pandemi mulai melemahkan perekonomian AS awal tahun ini. Lebih dari 1,1 juta klaim pengangguran diajukan dalam pekan yang berakhir 15 Agustus.

AS menambahkan 1,8 juta pekerjaan pada Juli 2020, lebih sedikit dibandingkan bulan Mei dan Juni lalu. Itu menunjukkan perekrutan tenaga kerja baru melambat akibat kembali merebaknya infeksi Covid-19 di AS yang mengalami lonjakan Juni lalu, dua kali lipat melebihi infeksi pertengahan Juli, memaksa sejumlah perusahaan menutup kembali bisnis mereka.

Laporan: Pengusaha AS Terus Rumahkan Sejumlah Pekerja di Era Pandemi
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:39 0:00

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bulan lalu meskipun tingkat pengangguran turun dari 11,1 persen menjadi 10,2 persen pada bulan Juli, masih lebih tinggi daripada puncaknya pada masa Great Recession 2008-2009.

Bahkan setelah adanya penambahan pekerja selama tiga bulan terakhir, Departemen Tenaga Kerja menyatakan ekonomi AS hanya memulihkan sekitar 42 persen dari 22 juta pekerjaan yang hilang akibat krisis virus corona.

Jumlah pekerjaan yang bertambah dalam bulan Juli 2020 jauh lebih sedikit dibandingkan 4,8 juta yang ditambahkan pada Juni lalu dan 2,7 juta pada bulan Mei. Ini memperlambat pemulihan ekonomi AS.

Resesi, yang juga dipicu oleh berkurangnya belanja konsumen dan investasi perusahaan, menyebabkan ekonomi AS mengalami hampir 33 persen kontraksi tahunan pada kuartal kedua, sebuah penurunan kuartalan tertajam yang pernah tercatat.

Sementara banyak ekonom memprediksi ekonomi AS akan menunjukkan pertumbuhan yang solid dalam kuartal ketiga, mereka tidak berharap pertumbuhan itu cukup untuk mengimbangi tajamnya kontraksi ekonomi dalam kuartal kedua. [mg/ii]

XS
SM
MD
LG