Tautan-tautan Akses

Kritik Pidato Prabowo, BPN Prabowo Minta TKN Jokowi Mengaca


Capres nomor urut dua Prabowo Subianto didampingi Cawapres Sandiaga Uno sedang menyampaikan Pidato Kebangsaan "Indonesia Menang" di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1) (Courtesy: Prabowo-Sandi Media Center)

Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno saling kritik dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo - Ma’ruf Amin terkait pidato Prabowo pada Senin malam.

Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean mengkritik balik Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf yang menuding pidato Prabowo minim gagasan dan bertentangan dengan fakta di lapangan.

Menurut Ferdinand, pidato Prabowo berdasar pada kinerja pemerintah yang buruk. Ia mencontohkan persoalan pemutusan kerja sama antara BPJS dengan rumah sakit. Menurutnya, pemutusan kerja sama tersebut dapat merugikan peserta BPJS yang sudah membayar iuran setiap bulan.

"Fakta yang terjadi, BPJS contohnya. Apakah Jokowi sudah membuat BPJS baik? Jokowi malah membuat BPJS hancur. Sekarang rumah sakit putus kerjasamanya dengan BPJS. Lantas masyarakat yang sudah membayar BPJS mau berobat kemana? Harusnya sebentar lagi masyarakat menggugat presiden Jokowi class action, karena mereka sudah wanprestasi," jelas Ferdinand Hutahaean kepada VOA, Selasa (15/1).

Ferdinand juga membantah pidato Prabowo bermaksud mendelegitimasi pemilu 2019 seperti yang ditudingkan TKN Jokowi. Menurutnya, imbauan yang disampaikan Prabowo agar TNI, Polri dan intelijen menjaga netralitas dalam pemilihan presiden merupakan hal wajar.

"Tidak ada tuduhan yang negatif, kalau menyampaikan kritik supaya netral, ya wajar. Karena semua lembaga negara tampak berpihak kepada Jokowi karena sedang menjabat presiden. Kita ingatkan semuanya supaya netral, tidak berpolitik. Karena lembaga negara itu harusnya loyalitasnya kepada negara, bukan kepada presiden. Kemudian kehadiran Kepala BIN di acara PDI P kemarin, itu apa namanya?," tambah Ferdinand.

Atas dasar tersebut, Ferdinand meminta kubu Jokowi untuk berkaca pada kinerja pemerintah selama ini sebelum mengkritik pidato atau gagasan Prabowo Subianto.

Prabowo-Sandi berpose dengan Presiden RI ke-6 SBY dalam acara Pidato Kebangsaan "Indonesia Menang", di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1). (Courtesy: Prabowo-Sandi media center)
Prabowo-Sandi berpose dengan Presiden RI ke-6 SBY dalam acara Pidato Kebangsaan "Indonesia Menang", di JCC, Senayan, Jakarta, Senin (14/1). (Courtesy: Prabowo-Sandi media center)

Kritikan TKN Jokowi atas Pidato Prabowo

Kemarin malam (14/1), Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma’ruf, Ace Hasan Syadzily menuding pidato Prabowo minim gagasan dan bertentangan di lapangan. Di samping itu, kata Ace, tidak ada yang baru dalam pidato visi-misi Prabowo.

Menurutnya, gagasan tentang stabilisasi harga, pembukaan lapangan kerja, serta penurunan angka kemiskinan dan ketimpangan sudah dilakukan Jokowi. Termasuk pembangunan infrastruktur yang bermanfaat dan pembenahan tata kelola BPJS.

"Menurut saya tidak ada sesuatu yang baru dari pernyataan Pak Prabowo. Apalagi kalau kita lihat secara lebih komprehensif, apa yang disampaikan Pak Prabowo itu kan sebenarnya perbaikan dari visi misi yang seharusnya dia tidak lakukan, karena sebelumnya visi-misinya sangat dangkal gitu,"

Di samping itu, kata Ace, Prabowo juga menuduh TNI, POLRI dan intelijen tidak netral dalam pidatonya. Menurutnya, tuduhan tersebut berbahaya karena dapat berpotensi mendelegitimasi pemilu.

Tanggapan terkait pidato tersebut juga disampaikan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Menurutnya, model pidato menyerang kinerja pemerintahan Jokowi sudah diprediksi oleh partainya. Namun, kata dia, pidato tersebut justru akan menguntungkan Jokowi, karena kinerja pemerintah selama ini sudah dirasakan masyarakat di berbagai daerah. [Ab/ab]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG