Tautan-tautan Akses

Konferensi Perburuhan Internasional Bahas Cara Mengatasi Isu-isu di Dunia Kerja


Dirjen Organisasi Buruh Internasional (ILO), Guy Ryder berbicara pada Konferensi Perburuhan Internasional di Jenewa, Swiss, Senin (10/6).

Sebuah debat seru sedang berlangsung di Konferensi Perburuhan Internasional tentang cara-cara mengatasi perubahan-perubahan besar dan transformasional yang terjadi di dunia kerja. Puluhan kepala negara termasuk di antara mereka yang mengikuti masalah ini.

Sebagai Ketua Bersama Komisi Global untuk Pekerjaan Masa Depan, Presiden Afrika Selatan, Cyril Ramaphosa, telah mencari permasalah selama 18 bulan terakhir. Laporan komisi yang dirilis Januari, sedang diperdebatkan dan dipertimbangkan untuk diadopsi oleh konferensi ILO.

Ramaphosa mengatakan, ancaman terhadap pekerjaan yang ditimbulkan oleh kemajuan teknologi, perkembangan artificial intelligence atau kecerdasan buatan, otomatisasi, dan robotika memerlukan tanggapan yang berpusat pada manusia. Itu, katanya, melibatkan investasi dalam pekerjaan yang baik dan berkelanjutan.

"Sebagai negara-negara di Afrika, kami secara khusus bertekad untuk memastikan bahwa investasi ini berfokus pada penciptaan peluang ekonomi bagi kaum muda. Banyak pemuda di benua kami menganggur dan tidak mempunyai keterampilan yang diminta di tempat kerja, baik sekarang maupun masa depan," ujarnya.

Komisi ini mengusulkan jaminan tenaga kerja universal yang mencakup hak untuk belajar seumur hidup dan pelatihan keterampilan. Perdana Menteri Federasi Rusia, Dmitry Medvedev secara umum setuju dengan rekomendasi dari komisi. Namun dia memperingatkan ancaman lain terhadap masa depan pekerjaan dan stabilitas ekonomi global.

Kanselir Jerman Angela Merkel memuji Organisasi Perburuhan Internasional yang bertugas dalam 100 tahun terakhir berupaya menjadikan dunia buruh tempat yang lebih adil. Namun ditambahkan, masih banyak yang harus dilakukan untuk menciptakan kondisi kerja yang layak bagi semua.

"Dalam dunia yang terpadu erat dan saling terhubung ini, kita harus berupaya lebih banyak untuk benar-benar mengubah pertumbuhan ekonomi menjadi kemajuan sosial, yang mana masing-masing dan setiap orang berperan serta. Tampaknya ada tren yang terbalik. Globalisasi telah menciptakan banyak orang yang makmur, kaya, tetapi ketidakadilan sosial dan perbedaan tampaknya juga tumbuh," kata Merkel.

Merkel mengatakan banyak jalur mengarah ke tujuan kondisi kerja yang layak untuk kehidupan yang baik, tetapi terlalu banyak orang masih tersisihkan. Ia menambahkan, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan ILO dalam 100 tahun ke depan. (ps)

Opini Anda

Tunjukkan komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG