Tautan-tautan Akses

Protes Penghasilan Rendah, Sopir-sopir Uber dan Lyft Mogok di AS dan Eropa


Para sopir Uber melakukan protes menuntut penghasilan yang lebih baik dengan aksi mogok di kota New York, Rabu (8/5).
Para sopir Uber melakukan protes menuntut penghasilan yang lebih baik dengan aksi mogok di kota New York, Rabu (8/5).

Sejumlah sopir taksi panggilan online Uber dan Lyft di Amerika dan Eropa hari Rabu (8/5) menghentikan layanan mereka untuk memprotes apa yang mereka sebut sebagai penghasilan yang terus menurun, pada saat kedua perusahaan raksasa itu meraup milyaran dolar dari investor.

Aksi mogok itu diadakan di 10 kota Amerika, seperti Chicago, Los Angeles, San Francisco, New York dan Washington DC, dan juga di sejumlah kota besar di Eropa.

Aksi protes itu terjadi menjelang penjualan saham perdana atau IPO Uber hari Jumat, di mana Uber berharap bisa menarik sembilan milyar dolar dari para investor, sehingga valuasi perusahaan itu bisa mencapai lebih dari 91 milyar dolar.

Ini bukan pertama kalinya para pengemudi taksi panggilan melancarkan protes. Sejumlah aksi mogok juga diadakan menjelang penjualan saham perdana perusahaan taksi online Lyft bulan lalu.

Kata Brendan Sexton, pimpinan Asosiasi Sopir Independen, “Kekayaan perusahaan itu dibina oleh jerih payah para sopir yang mendapat upah minimum, sementara para investor di Silicon Valley terus menjadi kaya. Kami minta supaya semua sopir panggilan itu mendapat gaji yang patut.”

Asosiasi pengemudi taksi online itu mengatur iring-iringan taksi Uber melewati jembatan Brooklyn di kota New York hari Rabu.

Sopir-sopir di kota Los Angeles mengadakan aksi mogok selama 24 jam di bandara internasional Los Angeles. Di Inggris, Serikat Buruh Independen mengatakan banyak sopir mengadakan mogok selama sembilan jam untuk menuntut kenaikan tarip per km dan dikuranginya komisi yang harus dibayar kepada Uber.

Uber mengatakan sedang berusaha memperbaiki iklim kerja bagi para sopirnya.

“Para sopir itu adalah jantung bisnis kita, dan ribuan orang bekerja untuk Uber tiap hari untuk melayani pelanggan,“ kata Uber dalam sebuah pernyataan.
Perusahaan taksi online Lyft mengatakan, pendapatan per jam sopir-sopirnya telah meningkat dalam dua tahun terakhir, dan 75 persen sopirnya bekerja kurang dari 10 jam per minggu untuk mendapat tambahan pendapatan. Katanya, para sopir itu mendapat upah sekitar 20 dolar per jam, dipotong ongkos bensin dan pemeliharaan kendaraan. (ii)

Recommended

XS
SM
MD
LG