Tautan-tautan Akses

AS

Komisi Debat AS Janjikan “Tambahan Struktur” dalam Debat Capres Mendatang


Halaman depan koran mingguan Le Point menampilkan foto Presiden AS Donald Trump dan rivalnya dari Partai Demokrat, Joe Biden, dengan tajuk "Amerika Serikat dalam Gunung Api (dan Kita Juga), di Paris, 30 September 2020. (Foto: AP)

Badan independen yang mengurusi debat calon presiden Amerika, Rabu (30/9), mengatakan akan segera memperketat format debat. Hal itu mengemuka setelah banyak pengecam mengatakan debat pertama antara petahana Presiden Donald Trump dan penantangnya dari Partai Demokrat Joe Biden adalah yang terburuk dalam sejarah Amerika.

Kedua kandidat kerap memotong pembicaraan yang lain atau berbicara pada saat yang sama, sementara wartawan kawakan Fox News, Chris Wallace, yang menjadi moderator debat, berulangkali memperingatkan Trump karena tidak mematuhi aturan debat agar memberi waktu masing-masing kandidat menyelesaikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan.

Komisi Debat Presiden mengatakan debat sengit yang sangat tidak teratur itu menunjukkan perlunya “struktur tambahan” pada format debat “untuk memastikan terwujudnya debat yang lebih tertib.”

Komisi itu memuji Wallace atas “profesionalisme”nya menangani kekacauan di panggung debat yang dilangsungkan di sebuah universitas di Kota Cleveland, Ohio. Namun, badan itu mengatakan akan segera memberlakukan pembatasan baru sebelum debat kedua dan ketiga yang dijadwalkan berlangsung pada 15 dan 22 Oktober mendatang.

Sebagian pengecam debat pertama ini menyarankan untuk menutup mikrofon ketika salah seorang calon presiden, baik Trump atau Biden, sedang bicara.

Biden dan Trump sama-sama mengklaim debat pertama ini berlangsung sukses, dan pada Rabu (30/9) kembali memulai kampanye mereka.

“Saya kira debat semalam sangat baik. Kita mendapat pujian!” ujar Trump kepada wartawan ketika akan bertolak ke Minnesota. “Saya kira debat tadi malam sangat menarik,” tambahnya.

Trump menuju ke negara bagian Minnesota di mana ia hampir kalah pada pilpres 2016, tetapi ia berharap kali ini dapat mengalahkan Biden. Jajak pendapat menunjukkan Trump kalah populer di Minnesota dan beberapa negara bagian lain.

Trump mengikuti kampanye pengumpulan dana di sebuah kediaman pribadi di dekat Minneapolis, kota terbesar di Minnesota, dan kemudian menuju ke Duluth untuk menemui para pendukungnya pada Rabu (30/9) malam.

Biden memulai kampanye dengan kereta api melewati Pennsylvania dan Ohio, dua negara bagian utama di mana Trump menang empat tahun lalu. Di kedua negara bagian itu Biden berupaya meraih suara para buruh yang selama ini mendukung Partai Demokrat tetapi beralih ke Partai Republik pada pilpres 2016 lalu. [em/pp]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG