Tautan-tautan Akses

KM Fungka Permata Lima yang Muat 101 Orang Terbakar di Perairan Sagu, Sulawesi Tengah


Peta Kabupaten Banggai Laut di Sulawesi Tengah, lokasi terjadinya kecelakaan KM Fungka Permata Lima hari Jumat 14/9 (foto: ilustrasi).

Tim Penyelamat pada Jumat sore (14/9) dikerahkan untuk menyelamatkan ABK dan Penumpang Kapal Motor (KM) Fungka Permata Lima yang terbakar di Perairan Sagu, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah. Peristiwa itu terjadi saat kapal sedang dalam pelayaran dari Raha Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kantor Basarnas Palu, Sulawesi Tengah menyebutkan upaya penyelamatan sedang dilakukan terhadap para penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Fungka Permata V yang dilaporkan terbakar di Perairan Sagu Kecamatan Bangkurung Kabupaten Banggai Laut pada Jumat sore, 14 September 2018 pada pukul 16.00 Waktu Indonesia Tengah.

Basrano selaku kepala Kantor Basarnas Palu kepada VOA melalui sambungan telepon pada Jumat malam menjelaskan sejumlah kapal yang memuat tim penyelamat telah dikerahkan ke lokasi terbakarnya Kapal tersebut.

“Kami terima laporan itu pada pukul 17.12 Wita, lalu kemudian terkait dengan kejadian di pukul 16.00 local time, Fungka Permata Lima Terbakar. Dari pukul 17.30 itu pemberangkatan dua kapal dari Banggai Laut tadi itu dengan menggunakan KM Usaha Baru dan Apollo Express dan malam hari ini sekitar jam setengah delapan malam tadi, KM Pacitan milik Basarnas diberangkatkan. Sementara itu yang bisa kami sampaikan,” ungkap Basrano.

Dikatakannya upaya menjangkau lokasi kecelakaan kapal itu masih terus dilakukan baik dari arah pelabuhan Banggai Laut, Raha Kendari dan Kabupaten Banggai. Diperkirakan 2 kapal yang berangkat dari Banggai Laut telah sampai di lokasi namun sejauh ini belum diterima laporan dari tim penyelamat yang berada dilapangan karena sulitnya jaringan komunikasi.

“Seharusnya tim dari Banggai Laut itu sudah tiba karena mereka berangkat dari Sore, seharusnya sudah tiba, namun saat ini yang menjadi permasalahan buat kita adalah jaringan komunikasi kita, atau alat komunikasi yang ada di wilayah tersebut ini blank. Radio kita sudah upayakan, tadi kita sudah koordinasi dengan teman-teman radio pantai termasuk dengan Syabandara, Radio sangat kecil sehingga tidak bisa termonitor, tidak bisa terbaca,” tambahnya.

Secara terpisah, Arsib Hamidi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banggai Laut mengatakan kapal itu sebelumnya berangkat dari Pelabuhan Raha, Kendari Sulawesi Tenggara menuju Kabupaten Banggai Laut yang ditempuh selama 10-12 jam. Kapal dilaporkan terbakar pada pukul 13.00 Wita namun baru diketahui pada pukul 16 sore karena sulitnya signal komunikasi.

“Jadi musibahnya sekitar jam satu, diketahui sekitar jam empat karena signal. Itu sudah sekitar 9 jam berlayar- karena sudah masuk arah Banggai Laut dari Raha, dari Kendari,” ujarnya.

Data yang diperoleh dari BPBD Kabupaten Banggai Laut menyebutkan kapal itu memuat 101 orang yang terdiri atas 10 ABK dan 91 penumpang.

Sejauh ini belum diperoleh keterangan resmi dari pihak berwenang mengenai kondisi dari ABK dan penumpang KM Fungka Permata V yang terbakar tersebut, karena sulitnya komunikasi dengan tim penyelamat yang telah dikerahkan ke lokasi kecelakaan kapal tersebut. Warga masyarakat dikabarkan memadati pelabuhan di Banggai Laut menunggu hasil dari upaya penyelamatan yang masih berlangsung tersebut. [yl/em]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG