Tautan-tautan Akses

AS

Klaim Pengangguran AS Sedikit Bertambah, Pertumbuhan Ekonomi Tetap Kuat


Warga AS antre untuk mengajukan tunjangan pengangguran di Frankfort, Kentucky (foto: ilustrasi).

Permohonan baru untuk tunjangan pengangguran di AS sedikit meningkat minggu lalu, kata pemerintah hari Kamis (26/8). Pemerintah juga merilis data yang direvisi yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi sedikit lebih baik pada kuartal kedua.

Klaim pengangguran awalnya naik menjadi 353.000, disesuaikan secara musiman, dalam pekan yang berakhir 21 Agustus. Angka itu menunjukkan 4.000 lebih banyak daripada minggu sebelumnya, lapor Departemen Tenaga Kerja AS, namun sedikit lebih rendah dari perkiraan para analis.

Klaim pengangguran merupakan tolok ukur aspek kesehatan pasar tenaga kerja yang diawasi dengan ketat. Tahun lalu, angka itu melonjak menjadi jutaan ketika pandemi COVID-19 dimulai. Penurunan drastis terjadi dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan kampanye vaksinasi yang membawa angka tersebut mendekati level sebelum virus corona merebak.

"Tren penurunan klaim itu terus berlanjut, meski ada gelombang varian Delta, kemungkinan karena pembatasan pada pengurangan staf sangat tinggi, mengingat ketatnya pasar tenaga kerja," kata Ian Shepherdson dari lembaga "Pantheon Macroeconomics".

Namun, kekhawatiran akan virus varian Delta yang menyebar cepat, yang sekali lagi memperumit bisnis di Amerika Serikat, dapat membuat sebagian pekerja tetap di rumah, tambah Shepherdson.

Sekitar 117.709 klaim baru lainnya, yang biasanya tidak diperhitungkan, telah diajukan melalui program Bantuan Pengangguran Pandemi bagi para pekerja lepas yang biasanya tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan bantuan, hampir 10.000 lebih banyak dibandingkan angka minggu sebelumnya.

Program itu bersama program pengangguran jangka panjang lainnya akan berakhir pada 6 September 2021.

Hingga pekan yang berakhir 7 Agustus 2021, sebanyak 12 juta orang masih menerima tunjangan dari semua program, yang sebagian besar berada di bawah program khusus pandemi.

Dalam sebuah laporan terpisah, Departemen Perdagangan merevisi perkiraan pertumbuhan kuartal kedua menjadi 6,6 persen dari semula 6,5 persen.

Peningkatan itu (dari 6,5% menjadi 6,6%) mencerminkan efek dari program bantuan pemerintah terhadap ekonomi, setelah Presiden Joe Biden mendorong Kongres untuk memberlakukan rencana stimulus besar-besaran awal tahun 2021, yang merupakan paket bantuan pandemi ketiga AS. [mg/lt]

XS
SM
MD
LG