Tautan-tautan Akses

Ketegangan Diplomatik Meningkat Antara Malaysia-Korut


Gambar yang diambil dari rekaman CCTV menunjukkan seorang perempuan (kiri) di bandara Kuala Lumpur, Malaysia, yang ditangkap polisi terkait pembunuhan Kim Jong-nam. (Foto: Star TV/AP).

Ketegangan diplomatik meningkat antara Korea Utara dan Malaysia setelah insiden yang tampaknya adalah pembunuhan abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong UN.

Kang Chol, Duta Besar Korea Utara untuk Malaysia, hari Senin menyerukan penyidikan gabungan terhadap kematian Kim Jong Nam, dan mengatakan kepada wartawan Korea Utara “tidak dapat mempercayai penyidikan yang dilakukan kepolisian Malaysia.”

PM Malaysia Najib Razak menanggapi pernyataan itu dengan mengatakan bahwa Malaysia tidak punya alasan untuk memburuk-burukkan Korea Utara, dan ia menyatakan kepercayaan penuh pada objektivitas penyidikan.

Menteri Kesehatan Malaysia mengatakan hasil otopsi Kim mungkin diumumkan seawal hari Rabu (22/2).

Duta Besar Kang dipanggil Kementerian Luar Negeri Malaysia hari Senin (20/2) setelah ia terang-terangan mengecam Malaysia karena menolak permintaan untuk menyerahkan mayat Kim, dan untuk mengizinkan perwakilan dari kedutaan besar Korea Utara menghadiri otopsi. Kementerian Luar Negeri menyebut kecaman itu tanpa dasar dan menarik duta besarnya dari Pyongyang.

Kim Jong Nam yang berusia 45 tahun disergap dan diyakini diracun oleh dua perempuan di bandara internasional Kuala Lumpur selagi menunggu penerbangan menuju Makau. Stasiun televisi Jepang Fuji TV hari Senin mengudarakan video kamera keamanan bandara yang menunjukkan salah satu perempuan itu meringkus Kim dari belakang dan secara paksa mengarahkan sesuatu ke wajahnya.

Setelah serangan itu, Kim terlihat minta bantuan dari pekerja bandara dan menunjuk-nunjuk ke matanya sendiri. Ia meninggal selagi dibawa ke rumah sakit.

Empat orang telah ditahan terkait kejahatan itu, termasuk kedua tersangka penyerang dan seorang warga Korea Utara yang ditahan hari Jumat. Penyidik juga mencari empat lelaki Korea Utara yang meninggalkan Malaysia dengan pesawat terbang pada hari kematian Kim.

Kim Jong Nam pernah dianggap sebagai bakal pengganti pemimpin Korea Utara, tetapi ia tidak lagi disukai ayahnya, Kim Jong Il, setelah upaya yang gagal pada tahun 2001 untuk masuk ke Jepang menggunakan paspor palsu untuk mengunjungi Disneyland, dan diasingkan ke Makau.

Badan intelijen Korea Selatan mengatakan begitu memegang kekuasaan, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeluarkan perintah untuk membunuh abang tirinya, dan usaha pembunuhan pernah dilakukan tahun 2012. Dalam sidang Dewan Keamanan Nasional Korea Selatan hari Senin, PM Hwang Kyo-ahn mengatakan, pembunuhan itu menunjukkan betapa nekad dan kejamnya pemerintah Korea Utara.

Kim Jong Nam kabarnya dianggap sebagai ancaman bagi pemerintahan adik tirinya karena ia sering mengecam rejim otoriter Korea Utara.

Ada spekulasi bahwa China jengkel karena ujicoba misil dan nuklir yang berulangkali dilakukan Korea Utara meskipun ada sanksi internasional, dan bahwa pembunuhan Kim Jong Nam mungkin telah memicu keputusan China hari Sabtu untuk menghentikan impor batubara dari Korea Utara. Ekspor batubara merupakan sumber pemasukan penting bagi pemerintah Korea Utara. [ds]

XS
SM
MD
LG