Tautan-tautan Akses

Polisi Malaysia Mencari 4 Pria Korea Utara


Wakil Kepala Kepolisian Nasional Malaysia Inspektur Jendral Noor Rashid Ibrahim berbicara dalam konferensi pers tentang apa yang tampaknya pembunuhan terhadap Kim Jong Nam, saudara pemimpin Korea Utara di markas besra kepolisian Malaysia (19/2). Kuala Lumpur, Malaysia. (foto: REUTERS/Athit Perawongmetha)
Wakil Kepala Kepolisian Nasional Malaysia Inspektur Jendral Noor Rashid Ibrahim berbicara dalam konferensi pers tentang apa yang tampaknya pembunuhan terhadap Kim Jong Nam, saudara pemimpin Korea Utara di markas besra kepolisian Malaysia (19/2). Kuala Lumpur, Malaysia. (foto: REUTERS/Athit Perawongmetha)

Empat pria Korea Utara yang meninggalkan Malaysia di hari yang sama saat Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, tewas diracun sedang dalam pencarian pihak penyelidik kepolisian Malaysia.

Para penyelidik sedang mencari 4 pria Korea Utara yang terbang dari Malaysia pada hari yang sama Kim Jong Nam, kakak tiri pemimpin Korea Utara, tewas diracun di bandara Kuala Lumpur, kata polisi Malaysia hari Minggu.

Sejak kematian Kim pekan lalu, pihak berwenang telah berusaha mengumpulkan rincian informasi mengenai apa yang tampaknya pembunuhan itu. Polisi Malaysia sebegitu jauh telah menangkap 4 orang yang membawa kartu atau dokumen jatidiri dari Korea Utara, Malaysia, Indonesia dan Vietnam.

Hari Minggu, Wakil Kepala Kepolisian Nasional Malaysia, Noor Rashid Ibrahim, mengatakan empat tersangka lainnya sedang buron. Ia mengatakan pria itu adalah warga Korea Utara dan terbang dari Malaysia Senin lalu, ketika Kim meninggal.

“Saya tidak akan mengungkapkan dimana mereka berada,” katanya dalam ruangan yang penuh dengan wartawan. Interpol sedang membantu penyelidikan, katanya.

Noor Rashid menunjukkan foto-foto ke-4 pria Korea Utara yang sedang dilacak polisi itu. Mereka melakukan perjalanan dengan paspor biasa, bukan diplomatik, dan masing-masing berusia 33, 34, 55 dan 57 tahun.

Ia juga mengatakan ada pria Korea Utara yang ke-5 dan pihak berwenang ingin menanyainya.

Seorang pria gemuk yang berusia pertengahan 40-an, Kim Jong Nam sedang menunggu penerbangannya pulang ke Makao ketika, kata pihak berwenang, ia diserang oleh dua perempuan. Ia berusaha meminta pertolongan di meja pelayanan umum dan mengatakan “dua wanita yang tak dikenal menyeka wajahnya dengan cairan dan ia merasa pusing,” kata Noor Rashid hari Minggu.

Kim meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit setelah pingsan, kata para pejabat.

Noor Rashid mengatakan hari Minggu bahwa ia memperkirakan hasil otopsi akan dikeluarkan dalam waktu beberapa hari. “Kami harus mengirim sampel ke bagian kimia, kami harus mengirim sampel untuk pengetesan toksikologi,” katanya.

Para penyelidik juga ingin berbicara dengan anggota keluarga terdekat Kim Jong Nam untuk mengenali mayatnya. Ia diyakini mempunyai dua orang putra dan seorang putri, hasil hubungan dengan dua orang wanita yang masing-masing tinggal di Beijing dan Makao.

“Kami belum bertemu dengan anggota keluarga terdekat,” kata Noor Rashid. “Kami sedang bekerja, kami berusaha dengan sangat keras agar keluarga terdekat datang dan membantu kami dalam penyelidikan.

Kasus itu telah menimbulkan ketegangan antara Malaysia dan Korea Utara. Para pejabat Pyongyang telah menuntut untuk memperoleh jenazah Kim dan dengan kuat menentang otopsi, dengan mengatakan mereka menolak hasilnya. Malaysia tetap melakukan otopsi, dengan alasan mereka hanya mengikuti prosedur.

Kang Chol, dutabesar Korea Utara di Malaysia, mengatakan bahwa Malaysia kemungkinan sedang berusaha menyebunyikan sesuatu dan bahwa otopsi dilakukan secara sepihak dan tidak meminta kehadiran kami. [gp]

XS
SM
MD
LG