Tautan-tautan Akses

Kepolisian Selandia Baru Pastikan Proses Identifikasi 50 Korban Selesai


Kepala Kepolisian Selandia Baru, Komisaris Mike Bush, berbicara kepada awak media di Gedung Royal Society setelah terjadinya serangan terhadap masjid di Christchurch, Wellington, Selandia Baru, 15 Maret 2019 (foto: Marty Melville/AFP)
Kepala Kepolisian Selandia Baru, Komisaris Mike Bush, berbicara kepada awak media di Gedung Royal Society setelah terjadinya serangan terhadap masjid di Christchurch, Wellington, Selandia Baru, 15 Maret 2019 (foto: Marty Melville/AFP)

Kepala Kepolisian Selandia Baru Mike Bush mengatakan seluruh korban tewas dalam serangan di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru, telah selesai diidentifikasi. Pihak keluarga sudah diberitahu dan diijinkan mengambil jenazah mereka, tambahnya.

Para pelayat mengusung jenazah korban penembakan masjid untuk dimakamkan di Memorial Park Cemetery, Christchurch, Selandia Baru, 20 Maret 2019
Para pelayat mengusung jenazah korban penembakan masjid untuk dimakamkan di Memorial Park Cemetery, Christchurch, Selandia Baru, 20 Maret 2019

Dalam konferensi pers hari Kamis (21/3), Bush mengatakan bahwa sejumlah pakar forensik dan koroner yang terlibat telah bekerja “sebaik mungkin secara manusiawi” untuk menyelesaikan proses identifikasi “untuk menghormati keluarga para korban.”

Sementara untuk memperluas larangan kepemilikan senjata serbu ala militer yang diumumkan baru-baru ini, Bush mengatakan para pemilik senjata api semacam itu dapat mendaftarkan lewat internet atau telpon, atau membawanya ke kantor polisi. Ditambahkannya, siapa pun yang diketahui masih memiliki senjata serbu terlarang itu setelah berakhirnya masa amnesti, akan dituntut di muka hukum.

Saat ini ada sekitar 250.000 pemilik senjata api yang terdaftar di Selandia Baru. [em]

Recommended

XS
SM
MD
LG