Tautan-tautan Akses

Kecelakaan Speedboat di Banggai Laut, 3 Meninggal Termasuk Cawabup


Polisi bantu pencarian korban hilang dalam kecelakaan kapal speedboat Fajar dengan helikopter Helly Dauphin AS 365 N3 dari Baharkam Polri. Selasa, 3 November 2020.(Foto: Polda Sulawesi Tengah)

Kapal yang ditumpangi rombongan salah satu pasangan calon bupati dan calon wakil bupati yang hendak berkampanye di Pulau Sonit, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah, mengalami kecelakaan. Tiga orang tewas dalam peristiwa nahas itu, termasuk calon wakil bupati (cawabup) dari jalur independen.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Palu, Sulawesi Tengah melaporkan speedboat yang ditumpangi rombongan salah satu calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Banggai Laut, terbalik dan tenggelam setelah dihantam ombak pada Senin (2/11) pagi. Tiga orang meninggal.

Kapal speedboat Fajar, yang membawa total 10 penumpang itu tenggelam pada pukul 08.00 WITA saat berlayar dari Pulau Kasuari menuju Pulau Sonit.

“Speedboat tersebut mengalami tenggelam dan telah dievakuasi korban empat orang selamat. Tiga orang meninggal dan tiga orang dalam pencarian. Totalnya sepuluh, kata Andrias Hendrik Johannes, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, kepada VOA, Senin (2/11) malam.

Salah satu di antara korban meninggal adalah Asgar Badalia, calon wakil bupati Banggai Laut, sedangkan calon bupati, Rusly Banun dilaporkan selamat. Pasangan nomor urut 2 itu maju dari jalur independen. Hari itu mereka dijadwalkan untuk berkampanye di Desa Sonit, Kecamatan Bokan Kepulauan.

Seluruh korban selamat dan meninggal dunia telah dievakuasi ke Banggai, ibu kota Kabupaten Banggai Laut. Hingga Selasa (3/11) sore, upaya pencarian terhadap empat korban yang masih hilang masih dilakukan.

“Jadi sampai sekarang masih empat lagi yang dicari," kata Kompol Sugeng Lestari Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat Bidang Humas Polda Sulawesi Tengah.

Kompol Sugeng mengatakan polisi mengerahkan Helly Dauphin AS 365 N3 untuk melakukan pencarian. Dua di antara korban yang masih hilang itu adalah polisi darin Polres Banggai Kepulauan.

Rawan Kecelakaan Kapal

Aksar Amir, Kepala Sub Seksi Kesiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banggai Laut mengatakan berdasarkan keterangan dari korban selamat, kecelakaan terjadi saat kapal sudah berlayar selama setengah jam.

Perjalanan laut menggunakan speedboat dari Pulau Kasuari menuju Pulau Sonit biasanya ditempuh dalam waktu satu jam.

“Jadi begitu ombak, tidak terlalu kayaknya ombaknya, pukul samping, mungkin miring, terus arus sebelah pukul lagi. Penumpangnya panik, kapalnya langsung terbalik, tidak bisa diimbangi lagi,” kata Aksar Amir.

Perairan di lokasi kejadian, papar Aksar, memang rawan terjadi kecelakaan karena merupakan pertemuan arus laut dari arah Maluku Utara dan Provinsi Sulawesi Tengah. Menurutnya, tahun ini saja setidaknya sudah ada tiga kecelakaan di wilayah tersebut. [yl/ft]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG