Tautan-tautan Akses

AS

Kebuntuan Anggaran Kembali Bayangi Penghentian Operasi Pemerintahan


Ketua DPR Paul Ryan berbicara kepada media di gedung Capitol di tengah ancaman kebuntuan anggaran, Selasa (6/2).

Kongres Amerika hari Selasa (6/2) dibayangi kebuntuan perundingan tentang anggaran pemerintah, dua hari sebelum kemungkinan penghentian sebagian operasi pemerintah, di mana anggota-anggota faksi Republik dan Demokrat tidak mencapai kesepakatan tentang berapa lama waktu untuk memperpanjang anggaran pengeluaran domestik terkait pertahanan nasional.

Anggota-anggota faksi Republik di DPR diperkirakan akan menggunakan suara mayoritas mereka untuk meloloskan anggaran pengeluaran yang akan mendanai operasi Pentagon hingga sisa tahun fiskal ini, tetapi pendanaan program-program domestik hanya untuk enam minggu.

“DPR akan mengirim ke Senat sebuah RUU untuk mendanai seluruh militer kita selama tahun ini, sementara kami bekerja menyelesaikan perjanjian anggaran,” ujar Ketua DPR Paul Ryan; dan menambahkan bahwa faksi Demokrat seharusnya memilih untuk “memberikan sumber daya yang dibutuhkan kepada militer.”

Faksi Demokrat mengisyaratkan niat mereka memblokir RUU yang diajukan DPR itu di Senat, di mana faksi Demokrat bisa meminta tiga per lima (60 persen) mayoritas supaya RUU itu bisa maju.

“Faksi Demokrat telah membuat posisi kita dalam perundingan-perundingan ini sangat jelas : kami mendukung peningkatan anggaran bagi militer dan kelas menengah,” ujar pemimpin minoritas Senat Chuck Schummer. Ditambahkannya, “keduanya tidak saling eksklusif. Kami tidak ingin melakukan yang satu dan meninggalkan lainnya.”

Anggaran pemerintah Amerika telah diperpanjang empat kali sejak akhir tahun lalu dan akan berakhir pada tengah malam Kamis (8/2). Para pemimpin kedua partai politik di Senat telah bekerjasama untuk mencapai kesepakatan pengeluaran dua tahun bagi semua operasi federal, namun terpaksa mempertimbangkan langkah-langkah darurat hingga kesepakatan semacam itu selesai. [em/jm]

XS
SM
MD
LG