Tautan-tautan Akses

Kesepakatan Mengenai Imigrasi di AS Belum Jelas


Presiden Donald Trump menaiki pesawat kepresidenan, Air Force One, menuju ke Cincinnati dari Pangkalan AU Andrews untuk mempromosikan kebijakan pajak, 5 Februari 2018.
Presiden Donald Trump menaiki pesawat kepresidenan, Air Force One, menuju ke Cincinnati dari Pangkalan AU Andrews untuk mempromosikan kebijakan pajak, 5 Februari 2018.

Hanya tiga hari lagi sebelum anggaran yang menggerakkan roda pemerintahan kembali habis, jalan untuk mencapai kesepakatan di bidang imigrasi sampai Senin (5/2), masih tampak buram. Presiden DonaldTrump menolak pokok-pokok proposal yang diajukan kedua partai di Senat.

“Tiap kesepakatan tentang DACA yang tidak mencakup pengamanan ketat di perbatasan serta pembangunan tembok yang sangat dibutuhkan, adalah sepenuhnya sia-sia,” kata Trump dalam cuitan di Twitter, menegaskan kembali sebagian dari tuntutannya untuk menyetujui jalan menuju kewarganegaraan bagi ratusan ribu imigran muda tanpa dokumen yang dibawa ke Amerika ketika masih anak-anak.

“Kita bangun tembok itu. Percayalah,” kata Presiden dalam pidato di Ohio. “Yang tidak menghendaki pengamanan di perbatasan kita di selatan atau di bagian lain adalah Demokrat,” kata Trump.

Trump mengemukakan sikapnya itu pada saat Senator fraksi Republik John McCain dan Senator fraksi Demokrat Chris Coons mengajukan usul memberi status legal kepada penerima DACA (Deferred Action For Childhood Arrivals), program peninggalan pemerintahan Presiden Barack Obama. Masa berlaku DACA ini akan berakhir bulan depan.

Kebuntuan mengenai kebijakan imigrasi Ketua Fraksi Republik di Senat McConnell. Bulan lalu ia mendapat dukungan yang cukup dari fraksi Demokrat untuk mengakhiri penghentian sebagian roda pemerintahan selama tiga hari dengan janji akan membahas isu DACA, jika kesepakatan mengenai imigrasi tidak tercapai sebelum 8 Februari, ketika anggaran negara sekarang habis. [as/al]

XS
SM
MD
LG