Tautan-tautan Akses

Keberadaan Mahasiswa Uighur yang Dilaporkan Hilang di Hong Kong Makin Tak Jelas


FILE - Foto Abuduwaili Abudureheman, diambil dari akun Instagramnya.
FILE - Foto Abuduwaili Abudureheman, diambil dari akun Instagramnya.

Sebuah universitas Korea Selatan, Selasa (30/5), mengatakan mahasiswa Uighur yang dilaporkan hilang di Hong Kong setelah diinterogasi tidak melakukan perjalanan ke kota itu baru-baru ini. Keterangan universitas tersebut menambah pertanyaan baru pada misteri keberadaannya.

Amnesty International mengatakan pada hari Jumat bahwa Abuduwaili Abudureheman, yang lahir di Xinjiang, China, telah melakukan perjalanan ke Hong Kong dari Korea Selatan untuk mengunjungi seorang teman pada 10 Mei tetapi kemudian tidak ada kabar tentang keberadaannya sejak ia mengirim SMS kepada temannya tentang interogasi di bandara kota itu.

Tetapi Universitas Kookmin Seoul, tempat ia mengejar gelar doktor dalam studi olahraga, mengatakan kepada Associated Press bahwa ia masih berada di Korea Selatan. Mahasiswa tersebut telah sering menghubungi profesornya sebagai bagian dari persiapan kelulusannya, menurut kantor urusan publik universitas itu.

Amnesty mengatakan sedang mencoba untuk secara independen mengonfirmasi keberadaan dan keamanan siswa itu, sambil menambahkan tanggapan lebih lanjut dapat diiberikan setelah memiliki lebih banyak informasi.

Associated Press belum dapat menghubungi mahasiswa tersebut secara langsung dan pihak universitas menolak untuk memberikan detail kontaknya, dengan alasan masalah privasi. Pihak sekolah belum memberikan bukti keberadaannya, namun mengatakan profesor tersebut berkomunikasi dengannya dan mengonfirmasi keberadaan Abudureheman di Korea Selatan. Profesor itu tidak menanggapi panggilan telepon dari AP.

Dugaan hilangnya Abuduwaili Abudureheman, yang telah belajar di Seoul selama tujuh tahun, memicu kekhawatiran luas di media sosial sejak Amnesty pertama kali melaporkan kasusnya, dengan mengatakan siswa tersebut tampaknya telah ditahan dan diinterogasi. Amnesty mengajukan pertanyaan tentang kemungkinan keterlibatan pemerintah Hong Kong dalam pelanggaran HAM. Hong Kong berada di bawah pemerintahan China yang dituduh kelompok-kelompok HAM melakukan pelanggaran terhadap Uighur.

Sehari kemudian, pemerintah Hong Kong membalas apa yang disebutnya "pernyataan tidak berdasar dan tanpa bukti" sebagai upaya untuk mencorengnya. Pemerintah kota itu mengatakan, catatan pemerintah menunjukkan Abudureheman tidak memasuki kota, juga tidak ditolak masuk, dan menuntut permintaan maaf dari kelompok tersebut.

PBB dan kelompok-kelompok HAM menuduh China menahan satu juta atau lebih orang Uighur dan anggota kelompok-kelompok minoritas Muslim lainnya di kamp-kamp di mana banyak yang mengatakan mereka disiksa, dilecehkan secara seksual dan dipaksa untuk meninggalkan bahasa dan agama mereka.

China membantah tuduhan tersebut, yang didasarkan pada wawancara dengan para penyintas dan foto serta citra satelit dari wilayah Xinjiang tempat banyak orang Uighur tinggal.

Banyak warga Uighur di pengasingan telah mencoba mencari anggota keluarga yang ditahan atau hilang di China, tetapi mengatakan komunikasi sulit karena pengawasan yang meluas di sana. Mereka juga takut dihubungi pihak asing karena khawatir akan membuat keluarga mereka mendapat masalah. [ab/uh]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG