Tautan-tautan Akses

Jumlah kasus virus Zika di seluruh dunia jauh berkurang tahun ini. Para dokter, petugas kesehatan dan periset kini sudah tidak lagi mengobati kasus-kasus baru, melainkan memantau dan membantu anak-anak yang menderita microcephaly, penyakit yang disebabkan nyamuk pembawa virus Zika.

Lebih dari 2.000 bayi di Brazil menderita microcephaly atau kondisi bayi yang lahir dengan kepala mengecil, yang disebabkan wabah virus Zika. Salah seorang di antaranya adalah Arthur. Dokter mengatakan otak Arthur berkembang jauh lebih lamban dibandingkan anak-anak seusianya, dan ibunya terpaksa berhenti bekerja untuk merawatnya. Tetapi para dokter juga mengatakan bahwa terapi bisa meningkatkan peluang Arthur untuk menjalani kehidupan yang berkualitas.

Fernando Fialho dari Institut Otak Negara Bagian Rio, mengatakan, “Kami menyimpulkan ini bukan sekedar microcephaly, itu hanya gejala di permukaan saja tetapi mungkin gangguan saraf yang paling serius. Kami menemukan banyak perubahan lain yang terkait dengan infeksi virus selama kehamilan. Dan hal lain yang kami temukan adalah terlepas keseriusan microcephaly, anak-anak itu perkembangannya baik. Dengan stimulasi yang tepat, mereka bisa berkembang dengan baik pada tahun pertama.”

Para periset khawatir Zika akan merebak lagi musim panas ini, tetapi sejauh ini jumlah kasusnya berkurang di mana-mana, kata Marisol Fort dari Pusat Kesehatan Botafogo.

"Biasanya kami menerima kasus-kasus baru, tapi tahun ini kami belum menemukan kasus baru. Kami belum menemukan kasus Zika ataupun penyakit bawaan nyamuk lainnya seperti Chikungunya atau demam berdarah," paparnya.

Musim panas yang lebih panas dari biasanya, dan kekebalan alami mungkin juga membantu mengurangi angka Zika, kata Ricardo Lourenco dari Yayasan Oswaldo Cruz.

“Kota-kota besar yang pernah mengalami epidemi hebat pada tahun 2015 dan 2016 kemungkinan tidak akan mengalaminya lagi karena sebagian besar penduduknya telah memiliki antibodi, yang bisa mencegah penularan dan tidak menimbulkan epidemi," ujar Lourenco.

Apapun alasannya, otorita kesehatan Brazil menyambut baik fakta bahwa kasus baru Zika turun sebanyak 95 persen, demikian pula microcephaly yang terkait dengan virus itu. Bagi bayi seperti Arthur, Zika, dan microcephaly akan terus melekat pada diri mereka. Tapi ibu Arthur, Eliane Horacio, mengharapkan yang terbaik.

“Saya yakin Arthur akan bisa melakukan banyak hal. Dia akan bermain bola, dia akan memiliki pasangan. Saya tahu ada seorang perempuan pengidap microcephaly berusia 18 tahun dan dia adalah model pertama di dunia yang mengidap microcephaly. Dia sangat menginspirasi saya,” kata Eliane.

Pemerintah Brazil sedang berupaya memperluas layanan dan dukungan finansial bagi anak-anak dan keluarga yang terdampak Zika dan microcephaly. [vm/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG