Tautan-tautan Akses

AS

6,6 Juta Warga AS Ajukan Tunjangan Pengangguran Minggu Lalu


Warga AS di New York yang akan mendaftar tunjangan pengangguran diminta pulang dan melakukannya secara online karena perebakan Covid-19.

Sudah 6,6 juta orang warga AS secara mengejutkan mendaftar untuk minta tunjangan pengangguran minggu lalu. Ekonomi Amerika mencapai puncak kesuraman karena satu dari 10 pekerja telah kehilangan pekerjaan dalam tiga minggu terakhir akibat pandemi virus corona.

Angka-angka itu merupakan rangkaian kehilangan pekerjaan terbesar dan tercepat dalam catatan sejarah AS sejak tahun 1948. Dalam masa Resesi Besar tahun 1930-an, perlu waktu 44 minggu atau sekitar 10 bulan untuk mencapai angka pengangguran setinggi sekarang, tapi kini angka itu dicapai dalam waktu kurang dari sebulan.

Pasar kerja dengan cepat jatuh, karena bisnis ditutup di seluruh negeri. Semua mengatakan, dalam tiga minggu terakhir, 16,8 juta orang Amerika telah mengajukan permintaan tunjangan pengangguran. Lonjakan klaim pengangguran telah membanjiri kantor tenaga kerja di seluruh AS. Diperkirakan masih akan ada banyak lagi PHK.

Lebih dari 20 juta orang mungkin kehilangan pekerjaan bulan ini. Tingkat pengangguran bisa mencapai 15%, ketika laporan tentang tenaga kerja bulan April dirilis awal Mei nanti.

Sementara itu, sekitar setengah milyar orang terpaksa hidup dalam kemiskinan karena jatuhnya perekonomian akibat pandemi virus corona, kalau negara-negara kaya tidak mengambil “tindakan darurat” untuk membantu negara-negara berkembang, kata organisasi bantuan hari Kamis.

"Dampak pandemi yang menghancurkan ekonomi dirasakan di seluruh dunia," kata Jose Maria Vera, Direktur Eksekutif Internasional Oxfam.

Laporan yang didasarkan pada penelitian di King's College London dan Universitas Nasional Australia memperingatkan, antara 6% sampai 8% penduduk dunia bisa terpaksa hidup dalam kemiskinan karena pemerintah menutup seluruh sektor ekonomi untuk mencegah penyebaran virus.

Sebagai contoh dampak penutupan kegiatan di banyak negara Barat, laporan itu mencatat lebih dari satu juta pekerja garmen Bangladesh, 80% di antaranya adalah perempuan telah di-PHK atau dikirim pulang tanpa bayaran, setelah pesanan barang dibatalkan atau ditangguhkan.

Oxfam menyerukan para pemimpin dunia menyetujui paket penyelamatan ekonomi agar negara-negara dan masyarakat miskin bisa bertahan hidup. Para menteri keuangan dari Kelompok negara-negara maju atau G-20 akan bertemu minggu depan, demikian pula Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. [ps/ii]

XS
SM
MD
LG