Tautan-tautan Akses

Jokowi: Manfaatkan Momentum Kepercayaan Pasar


Presiden Jokowi berkunjung ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melihat langsung kinerja bursa setelah libur panjang itu, Selasa (4/7). (Foto: Setpres RI)

Setelah libur lebaran selama delapan hari pada tanggal 23-30 Juni lalu, Bursa Efek Indonesia BEI hari Senin (3/7) kembali beroperasi.

Secara khusus Presiden Joko Widodo hari Selasa (4/7) datang ke bursa untuk melihat langsung kinerja bursa setelah libur panjang itu. "Saya lihat Indeks Harga Saham Gabungan ditutup naik di angka sekitar 5.910. Ini lompatan yang sangat tinggi menurut saya. Ini menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan pasar pada pergerakan ekonomi nasional," ujar Jokowi pada para pelaku pasar.

Presiden Joko Widodo menilai Indonesia harus memanfaatkan dampak positif pulihnya iklim pasar dunia. "Ini momentumnya sangat bagus. Setelah Fitch, Moody’s dan kemudian Standard & Poor memberikan investment grade yang baik kepada kita setelah 20 tahun. Gunakan kepercayaan ini sebaik-baiknya untuk membangun persepsi bahwa kita (Indonesia) memang baik dan berhak mendapat predikat layak investasi," tambah Jokowi.

Presiden Jokowi berkunjung ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melihat langsung kinerja bursa setelah libur panjang itu, Selasa (4/7). (Foto: Setpres RI)
Presiden Jokowi berkunjung ke Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk melihat langsung kinerja bursa setelah libur panjang itu, Selasa (4/7). (Foto: Setpres RI)

Jokowi Sitir Kebijakan Cantrang Menteri KKP Susi Pudjiastuti

Lebih jauh Jokowi mengingatkan agar jangan sampai momentum yang ada terbuang percuma karena pelaku pasar dan warga lebih memusatkan perhatian pada hal yang tidak produktif. "Saya mau pikiran dan tenaga saya habis tetapi menghasilkan sesuatu. Negara ini harus mendapatkan sesuatu," tegasnya. Ia mencontohkan kebijakan yang diambil Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. "Saya sampaikan, Sus jangan diterus-terusin yang urusan cantrang," ujar Jokowi. Menurutnya selalu ada saja pihak yang tidak suka dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, meskipun tujuannya baik. "Urusan hal-hal yang sudah lama sekali tidak selesai. Kita harus selesaikan itu. Kita harus bawa nelayan kita pada hal-hal yang biasa memberikan masa depan baik. Yang berkaitan dengan teknologi. Jangan terus kita terjebak pada urusan cantrang," tambahnya.

Presiden Serukan Perusahaan Daftar ke BEI

Jokowi, yang ketika berbicara ditemani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo, dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio, juga menghimbau agar perusahaan yang belum terdaftar di bursa Indonesia, untuk segera mendaftarkan diri. "Paling nanti saya panggil satu per satu. Saya ajak, tidak memaksa. Jangan negara lain saja yang dapat untung. Berproduksi di sini (di Indonesia), berkebun di sini, tapi kok terdaftarnya di Singapura, Hong Kong atau New York? Nanti saya ajak!" tegasnya.

Presiden Joko Widodo mengatakan jika arus uang masuk pada Januari hingga Desember 2016 mencapai 126 triliun rupiah, maka arus uang yang masuk pada Januari hingga Juni 2017 sudah mencapai 124 triliun rupiah. "Ini artinya apa? Berarti ada arus uang masuk yang banyak ke negara kita. Ini sekali lagi terkait dengan kepercayaan dan momentum," ujar Jokowi yang disambut sorak sorai pemain di bursa. Pemasukan ini sangat dibutuhkan untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur yang sedang dikebut penyelesaiannya oleh pemerintah. [em]

XS
SM
MD
LG