Tautan-tautan Akses

Xi Jinping Ungkap Rencana Bangun Kawasan Xiongan jadi 'Zona Modern'


Seorang pria berdiri dekat komplek pemakaman di kota Rongcheng, yang termasuk bagian dari rencana zona ekonomi baru Xiongan, China (foto: ilustrasi).

Presiden China Xi Jinping baru-baru ini mengungkapkan rencana ambisius untuk mengubah wilayah daratan di barat daya ibukota menjadi zona ekonomi modern dan teknologi tinggi. Kalau berhasil, sebagian pihak berpendapat kawasan Xiongan itu bisa menjadi bagian terpenting warisan Xi jinping nantinya. Jika tidak, proyek itu bisa menjadi kesalahan yang besar dan mahal.

Wilayah Xiongan besarnya sekitar tiga kali kota New York, kalau sudah selesai nanti. Pihak berwenang masih menyusun rencana utama untuk wilayah itu, tetapi dampaknya sudah mulai terasa.

Harga real estat melonjak setelah proyek diumumkan awal bulan ini, dan pihak berwenang dengan cepat mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu menghentikan kegiatan pasar sepenuhnya.

Penjualan real estat tidak hanya dilarang, tetapi pembangunan-pembangunan baru juga dihentikan. Nasib banyak komunitas besar yang sudah ada menjadi tidak jelas. Tetapi penduduk setempat mengatakan bahwa pengawasan secara bertahap telah diperketat dalam beberapa bulan terakhir.

"Saya membangun rumah seluas 400 meter persegi tahun lalu, tapi masih belum bisa menempatinya. Rumah itu katanya akan dibongkar. Pihak berwenang belum mengatakan apapun, tapi mereka pasti akan membongkarnya," kata seorang warga Xiongan.

"Tahun lalu, desas-desus itu sudah mulai terdengar. Kami tidak tahu apa yang terjadi. Mula-mula kami dilarang bercocok-tanam, dan sekarang kami tidak boleh membangun? Ini tidak normal," tambah warga lainnya.

Beberapa analis real estat mengatakan pihak berwenang mungkin bisa membuat larangan permanen untuk bangunan pribadi,sehingga pemerintah yang dikuasai Partai Komunis China bisa mengatur pasar perumahan di daerah itu.

Jelas ada pihak-pihak akan mendapat keuntungan dari mengalirnya modal.

Beberapa analis mengatakan investasi yang diperlukan untuk rencana itu mungkin dapat mendorong pertumbuhan ekonomi tahunan China, sebanyak satu persen. Ini adalah pertumbuhan yang penting pada waktu ekonomi melambat.

Beberapa warga setempat merasa bahwa kepentingan mereka dikesampingkan.

"Setelah mendengar rencananya, saya ingin menangis. Saya tidak bisa tidur atau makan selama berhari-hari. Saya telah bekerja hampir separuh usia saya, dan sekarang saya harus membuang semuanya,” kata warga lainnya lagi.

Bagaimana pihak berwenang akan mengatasi masalah itu tidak jelas. Untuk saat ini, fokusnya pada umumnya adalah merumuskan gambaran proyek yang lebih besar.

China Utara telah lama tertinggal di belakang Korea Selatan sebagai mesin penggerak ekonomi dan inovator di banyak sektor.

Dan walaupun para pejabat berharap zona itu akan menjadi model baru untuk pertumbuhan, sebagian pengecam mengatakan, kalau pasar tidak diizinkan beroperasi dengan normal, cara pendekatan yang dipimpin negara itu kemungkinan akan gagal. [sp/ii]

XS
SM
MD
LG