Tautan-tautan Akses

Jepang, AS, Korsel Kukuhkan Kembali Kerja Sama Soal Korut


Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Takeo Mori (tengah), Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Selatan Choi Jong-kun dan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman berfoto sebelum pertemuan trilateral mereka di Tokyo, Jepang, 21 Juli 2021. (Foto: Kazuhiro

Amerika Serikat, Jepang dan Korea Selatan, Rabu (21/7), menegaskan kembali komitmen mereka untuk bekerja sama dalam mengupayakan denuklirisasi Korea Utara dan mengatasi ancaman-ancaman regional lainnya. Tetapi AS tidak membuat kemajuan dalam usaha mendekatkan kedua sekutu AS itu.

Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman, yang mengadakan pembicaraan di Tokyo dengan rekan-rekannya -- Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Takeo Mori dan Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan Choi Jong-kun – mengatakan, aliansi ketiga negara tetap menjadi “kunci bagi perdamaian, keamanan dan kemakmuran”.

Para pejabat itu menegaskan kembali pentingnya menghormati hukum internasional, termasuk menjaga kebebasan navigasi dan penerbangan di Laut China Selatan, dan menentang segala upaya sepihak untuk mengubah status quo di Laut China Timur dan di Selat Taiwan.

''Ketika negara-negara mengambil tindakan yang bertentangan dengan kepentingan AS atau yang mengancam mitra dan sekutu kami, kami tidak akan membiarkan tantangan itu tidak terjawab,'' kata Sherman.

Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Takeo Mori (tengah), Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Selatan Choi Jong-kun dan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman berfoto sebelum pertemuan trilateral mereka di Tokyo, Jepang, 21 Juli 2021. (Foto: Kazuhiro
Wakil Menteri Luar Negeri Jepang Takeo Mori (tengah), Wakil Menteri Luar Negeri Pertama Korea Selatan Choi Jong-kun dan Wakil Menteri Luar Negeri AS Wendy Sherman berfoto sebelum pertemuan trilateral mereka di Tokyo, Jepang, 21 Juli 2021. (Foto: Kazuhiro

AS dan Jepang telah menyuarakan keprihatinan tentang China yang menegaskan klaimnya atas wilayah yang diperebutkan di Laut China Selatan dan kepulauan Senkaku yang dikuasai Jepang, yang juga diklaim China dan disebut Diaoyu.

“Penting bagi masyarakat internasional untuk bersatu dan bersuara menentang upaya sepihak (China) untuk mengubah status quo dengan paksa, dan saya berharap kita dapat bekerja sama,'' kata Mori.

Choi terkesan menghindari masalah terkait China pada konferensi pers bersama pada Rabu itu, dan menekankan pentingnya menjaga dialog dengan Korea Utara.

Hubungan yang memburuk antara Washington dan Beijing telah menimbulkan kekhawatiran di Seoul bahwa negara itu akan terjepit antara sekutu keamanan utamanya dan mitra dagang terbesarnya.

Choi berulang kali menyambut pentingnya mengadakan pembicaraan trilateral dan mengatakan dia berharap pertemuan itu diadakan secara teratur untuk menjalin komunikasi yang erat di antara ketiga negara.

Jepang dan Korea Selatan telah berusaha untuk memperbaiki hubungan sejak Presiden Joe Biden menyerukan kerja sama tiga arah yang lebih kuat dalam menghadapi ancaman nuklir Korea Utara dan tantangan yang ditimbulkan oleh China. Namun, sejauh ini tidak terjadi perubahan signifikan.

Mori dan Choi masih berselisih pendapat mengenai isu-isu yang berasal dari era penjajahan Jepang di Semenanjung Korea dan kekejaman Jepang yang dilakukan sebelum dan selama Perang Dunia II. Kedua negara hanya setuju untuk melanjutkan pembicaraan.

Mori mendesak Korea Selatan untuk secara bertanggung jawab menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan kompensasi pekerja Korea di masa perang dan pelecehan seksual perempuan Korea oleh pasukan Jepang untuk memulihkan hubungan yang sehat antara kedua negara.

Choi menegaskan kembali pendirian negaranya bahwa masalah-masalah itu tidak akan terselesaikan kecuali Jepang mengubah pendiriannya.

Awal pekan ini, Presiden Moon Jae-in membatalkan rencana mengunjungi Tokyo untuk menghadiri pembukaan Olimpiade Jumat mendatang dan bertemu dengan Perdana Menteri Yoshihide Suga. [ab/uh]

Lihat komentar

Recommended

XS
SM
MD
LG