Tautan-tautan Akses

Jawa Timur Pastikan Siap Antisipasi Potensi Masuknya Virus Corona


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengecek kesiapan Bandara Juanda dalam menghadapi ancaman masuknya virus corona (foto Petrus Riski/VOA).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengecek kesiapan Bandara Juanda dalam menghadapi ancaman masuknya virus corona (foto Petrus Riski/VOA).

Ancaman penyebaran virus corona dari luar negeri, khususnya China, ke Indonesia telah diantisipasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan melakukan sejumlah tindakan. Di antaranya memasang alat pendeteksi suhu tubuh di Bandara dan Pelabuhan, serta menyiapkan penanganan medis bila menemukan penumpang pesawat maupun kapal laut yang dicurigai terkena virus corona.

Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya memasang body thermal scanner atau pendeteksi suhu tubuh, di sejumlah titik di Jawa Timur, yaitu di Bandara Juanda di Sidoarjo, Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, serta pelabuhan di Probolinggo. Alat pendeteksi suhu tubuh ini dipasang untuk memantau peningkatan suhu tubuh penumpang yang datang dari luar negeri ke Jawa Timur melalui pelabuhan dan bandara.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya, Budi Hidayat mengatakan, alat pendeteksi akan memantau dan merekam setiap penumpang yang baru tiba dari luar negeri ke Jawa Timur, dan akan memberikan peringatan bila ada penumpang yang dicurigai suhu tubuhnya di atas 38 derajat Celcius. Selain itu, di bandara dan pelabuhan juga telah disiapkan ruang isolasi sementara untuk memastikan kondisi penumpang yang dicurigai, sebelum dirujuk ke rumah sakit yang telah ditunjuk.

Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya menunjukkan tampilan monitor dan suhu tubuh penumpang yang melewati pintu kedatangan luar negeri (foto Petrus Riski-VOA).
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Surabaya menunjukkan tampilan monitor dan suhu tubuh penumpang yang melewati pintu kedatangan luar negeri (foto Petrus Riski-VOA).

Budi Hidayat mengatakan, “Iya punya, ter-record, terekam. Memang petugas ada di sini, standby 24 jam. Jadi di sini ada disiapkan ruang isolasi sementara, kalau kita temukan ada yang panas, kita periksa lebih lanjut. Kita pastikan apakah mengarah yang kita curigai, kalau iya kita rujuk ke rumah sakit rujukan.”

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Herlin Ferliana mengungkapkan, menyebarnya virus corona dari Wuhan, China, ke sejumlah negara di dunia, telah diantisipasi oleh Indonesia, termasuk Provinsi Jawa Timur. Prosedur penanganan standar telah dimiliki oleh Dinas Kesehatan, untuk mengantisipasi bila ada masyarakat yang terinfeksi virus corona dan masuk ke Jawa Timur, terutama penanganan medis kepada yang terjangkit virus ini.

“Kita punya SOP (standard operating procedure) untuk penangangan penyakit menular, sehingga nanti kita akan berupaya memberikan antivirus yang kita punya, karena ini sebetulnya sama dengan SARS, satu saudara, sama-sama corona. Jadi moga-moga kalau memang ada, kita bisa memanfaatkan obat antivirus yang ada. Ini satu saudara corona tapi memutilasi, ada bentuk lainnya sedikit. Moga-moga tidak ada yang kena, dan moga-moga antivirus yang kita punya itu nanti mampu mendeteksi,” ungkap Herlin.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan peninjauan dan mengecek kesiapan semua fasilitas kesehatan yang ada, terutama penanganan di gerbang masuk Jawa Timur, seperti bandara dan pelabuhan. Khofifah berharap perlindungan dan penanganan yang baik telah dipersiapakan oleh Provinsi Jawa Timur, untuk menghadapi serta mengantisipasi masuknya virus corona. Hingga saat ini, belum ada seorang pun warga Jawa Timur yang dilaporkan atau terdeteksi terjangkit virus corona.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengamati monitor pemantau suhu tubuh penumpang pesawat yang baru tiba di Bandara Juanda (foto Petrus Riski/VOA)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengamati monitor pemantau suhu tubuh penumpang pesawat yang baru tiba di Bandara Juanda (foto Petrus Riski/VOA)

Khofifah mengatakan, “Saya ingin memastikan bahwa, siapapun yang ada di Jawa Timur, Insya Allah kita semua melakukan proteksi dengan baik. Seluruh tim dari tiga rumah sakit (milik) pemprov, apakah RS Soetomo, ataukah RS Syaiful Anwar, ataukah RS Soedono, dalam keadaan yang sudah terkoordinasikan.”

Sementara itu, langkah antisipasi dan kesiapan Provinsi Jawa Timur dalam menghadapi ancaman virus corona, diapresiasi oleh anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Untari Bisowarna. Sri Untari yang ikut dalam peninjauan menuturkan, kesiapan dan persiapan berbagai instansi dalam mengantisipasi masuknya virus corona, merupakan langkah positif pemerintah untuk memberikan jaminan rasa aman dan kenyamana bagi warga Jawa Timur yang diresahkan oleh merebaknya virus corona.

“Menurut saya hari ini Gubernur sangat sigap untuk mengecek situasi dan bagaimana persiapan Bandara Juanda ini sebagai bandara internasional. Dan kita lihat alat-alat dan semuanya sudah disiapkan dengan baik. Saya kira Jawa Timur sangat aware, dan preparition-nya bagus, Ibu Gubernur hari ini mengecek seperti ini. Ini satu langkah antisipasi yang harus kita apresiasi,” pungkas Sri Untari. (pr/lt)

Recommended

XS
SM
MD
LG