Tautan-tautan Akses

AS

Jaksa Agung Dibombardir Pertanyaan tentang Laporan Mueller


Ketua Komite Alokasi DPR, Nita Lowey, D-NY, kiri, dan Jose Serrano, kanan, memimpin sesi tanya jawab dengan Jaksa Agung, William Barr, di Washington, D.C., Selasa, 9 April 2019 (foto: AP Photo/J. Scott Applewhite)

Sebagaimana yang diperkirakan, Jaksa Agung William Barr menghadapi banyak pertanyaan ketika tampil di hadapan sub-komite DPR hari Selasa (9/4) terkait penyelidikan yang dilakukan terhadap campur tangan Rusia oleh penyidik khusus Robert Mueller dalam pemilu presiden Amerika tahun 2016.

Jaksa Agung William Barr dijadwalkan hadir di hadapan sub komite DPR ini untuk membahas rancangan anggaran Departemen Kehakiman untuk tahun fiskal mulai 1 Oktober nanti. Tetapi sejumlah anggota faksi Demokrat di komite itu tidak menghabiskan waktu untuk menanyai tokoh yang oleh ketua sub-komite Jose Serrano disebut sebagai “sosok yang mencolok di depan mata.”

Ditanya soal kapan Kongres dan masyarakat luas dapat melihat laporan lengkap Robert Mueller, Barr mengatakan dokumen itu sedang disensor, terutama bagian-bagian yang mengandung informasi yang diperoleh dari grand jury, informasi yang dapat mengungkapkan sumber-sumber atau metode-metode yang digunakan komunitas intelijen, informasi yang dapat mencampuri kasus-kasus kriminal yang sedang berjalan, atau informasi yang mungkin melanggar privasi individu yang diselidiki tetapi tidak dituntut.

Jaksa Agung Dibombardir Pertanyaan tentang Laporan Mueller
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:04 0:00

“Saat ini jaksa penyidik khusus sedang bekerjasama dengan kami untuk mengidentifikasi informasi di dalam laporan itu yang masuk ke dalam empat kategori itu. Kami memberi kode warna pada bagian-bagian yang dihilangkan itu, dan akan memberikan catatan penjelasan, menggambarkan alasan setiap sensor yang dilakukan. Proses ini berjalan sangat baik. Sebelumnya saya menjadwalkan untuk merilis laporan ini pada pertengahan April nanti, jadi saya kira dari sudut pandang saya, akan dirilis dalam waktu satu minggu,” ujar Barr.

Ketua Komite Alokasi DPR Nita Lowey mengatakan kesimpulan Barr atas laporan Mueller yang disampaikan bulan lalu tampaknya “menarik kesimpulan yang paling menguntungkan bagi presiden,” dan “menimbulkan lebih banyak pertanyaan dibanding jawaban.” Tetapi ketika didesak, Barr menolak merinci lebih jauh.

“Apakah Gedung Putih telah melihat laporan itu sebelum Anda menyampaikan surat yang menyimpulkan hal tersebut? Apakah Gedung Putih telah melihatnya lagi? Apakah Gedung Putih telah diberi penjelasan melebih yang Anda simpulkan dalam surat kepada Komite Kehakiman?” ujar Nita.

“Saya telah mengatakan apa yang ingin saya sampaikan tentang laporan itu hari ini,” ujar Barr.

William Barr menjelaskan bahwa ia sudah menjabarkan proses sensor laporan itu sebelum dirilis dan tidak ingin membicarakannya lagi hingga laporan itu keluar dan setiap orang berkesempatan melihatnya.

Barr menambahkan bahwa jaksa penyidik khusus Robert Mueller telah diberi kesempatan untuk mengkaji kesimpulan berjumlah empat halaman yang dikeluarkan bulan lalu, tetapi menolak hal tersebut. Ia juga mengatakan tidak berencana mengklaim hak istimewa untuk menahan bagian-bagian apapun dari laporan itu.

Dalam kesaksiannya, Barr memang menyoroti upaya Departemen Kehakiman melindungi pemilu di masa depan dari campur tangan asing, dengan mengatakan mengamankan pemilu merupakan isu utama bagi badan pimpinannya itu. [em]

XS
SM
MD
LG