Tautan-tautan Akses

ITTS Buat Alat Pemulasaraan Jenazah untuk Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19


Simulasi penurunan peti jenazah dari ambulans menggunakan alat usung rancangan ITTS, Surabaya, 13 Mei 2020. (Foto: Petrus Riski/VOA)
Simulasi penurunan peti jenazah dari ambulans menggunakan alat usung rancangan ITTS, Surabaya, 13 Mei 2020. (Foto: Petrus Riski/VOA)

Sulitnya penanganan jenazah akibat virus corona mendorong Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) menciptakan seperangkat peralatan, untuk membantu pemulasaraan jenazah khususnya saat jenazah hendak dimakamkan.

Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) mengumumkan rancangan tiga alat bantu pemulasaraan jenazah akibat virus corona, yang selama ini pemakamannya sulit dilakukan oleh para petugas medis maupun relawan. Tiga alat itu terdiri dari usungan (stretcher), rel motor tempat usungan, serta alat pengangkat (crane) peti jenazah di liang kubur.

Rektor ITTS Tri Arif Sardjono mengatakan, konsep usungan, rel kereta, hingga crane pengangkut peti jenazah, didesain sedemikian rupa sehingga memudahkan pengangkutan peti jenazah akibat virus corona sampai ke dalam liang kubur.

Rektor ITTS Tri Arif Sardjono menerangkan cara kerja alat pemulasaran jenazah Covid-19 karyanya, Surabaya, 13 Mei 2020. (Foto: Petrus Riski/VOA)
Rektor ITTS Tri Arif Sardjono menerangkan cara kerja alat pemulasaran jenazah Covid-19 karyanya, Surabaya, 13 Mei 2020. (Foto: Petrus Riski/VOA)

“Konsepnya adalah konsep stretcher, kemudian dia harus bisa masuk dan keluar dari ambulans dengan membawa peti dengan mudah. Jadi kaki-kakinya harus bisa menekuk di ambulans. Tetapi karena dia mengangkat peti jenazah Covid-19, pasti jauh lebih berat, jadi stretcher ini harus lebih kuat. Nah, kemudian menurunkan petinya juga begitu, jangan orang, harus ada crane yang mencoba mengangkat peti, kemudian stretchernya ditarik, kemudian petinya diturunkan pelan-pelan,” papar Tri Arif Sardjono.

Ide awal pembuatan alat bantu pemulasaran jenazah ini, kata Tri Arif, berawal ketika melihat video pemakaman penderita corona yang sulit dilakukan. Selain harus menggunakan peti yang berat, petugas pemakaman juga mengalami kesulitan karena harus mengikuti protokol pemakaman jenazah Covid-19, yakni dengan mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

“Susahnya itu karena petinya ini kan tertutup, kemudian berat. Jadi tidak seperti pemakaman yang biasa, ya ketika jenazah kita terima di bawah di liang lahat, kalau peti tidak mungkin. Teman-teman yang pakai APD itu sekarang ini ada yang menggunakan tali, jadi di liang lahat ditahan dulu, ada empat orang pegang masing-masing tali, kemdian ada juga yang membawa peti, petinya digeser pakai tali, kemudian diturunkan bareng-bareng empat orang. Nah itu sulit ini menurunkannya, rasanya,” kata Tri Arif.

Simulasi penggunaan crane pengangkat peti jenazah COVID-19 sedang menurunkan peti ke liang kubur, Surabaya, 9 Mei 2020. (Foto: Petrus Riski/VOA)
Simulasi penggunaan crane pengangkat peti jenazah COVID-19 sedang menurunkan peti ke liang kubur, Surabaya, 9 Mei 2020. (Foto: Petrus Riski/VOA)

Ditambahkan oleh Helmy Widiantara, dosen Teknologi Informasi ITTS, yang juga anggota tim perancang, alat bantu pemulasaran jenazah ini akan terus dikembangkan hingga pelaksanaan pemakaman tidak banyak melibatkan orang karena dikendalikan dengan sistem robot dari jarak yang aman.

“Berikutnya kan, stretcher (usungan) ini nani akan dilengkapi dengan motor sehingga turun dari ambulance kemudian menuju ke tempat ini, ke tempat liang lahat itu dikendalikan oleh joy stick, kemudian ketika sampai di sana, setelah rel terpasang maka stretcher akan naik ke atasnya rel tadi. Membongkarnya akan mudah ketika cranenya itu sudah dinyalakan, sehingga petinya kan sudah terangkat, ketika petinya terangkat, tidak ada beban lagi, baru itu (rel) diambili satu-satu,” imbuh Helmy.

Alat Pemulasaraan Jenazah Buatan ITTS Permudah Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:24 0:00

Tri Arif berharap, alat bantu pemulasaraan jenazah ini dapat diproduksi massal, sehingga dapat membantu daerah-daerah dalam melaksanakan pemakaman jenazah akibat virus corona.

Alat ini kata Tri Arif, akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Surabaya, sehingga dapat dimanfaatkan membantu penanganan pasien dan jenazah akibat corona. [pr/em]

Recommended

XS
SM
MD
LG