Tautan-tautan Akses

Isi Tanggapan Qatar terhadap Arab Saudi Belum Diungkapkan


Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani (Foto: dok).

Diplomat tinggi Qatar, Senin (3/7) menyampaikan tanggapan terhadap daftar tuntutan Arab Saudi dan sekutu-sekutunya terkait perselisihan diplomatik sejak lama dengan Qatar, setelah memperpanjang 48 jam tenggat untuk memenuhi tuntutan itu.

Menurut kantor berita pemerintah Qatar, Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, Senin (3/7) diterima oleh Emir Kuwait Sheikh Sabah Al Ahmad Al Sabah untuk menyampaikan surat dengan tulisan tangan dari Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.

Isi surat itu belum diungkapkan, meskipun Al Thani sebelumnya mengatakan tuntutan-tuntutan itu hampir dapat dipastikan akan ditolak.

Kuwait, yang telah berupaya merundingkan solusi damai untuk mengakhiri pemblokiran yang dilakukan negara-negara Teluk terhadap Qatar, Minggu (2/7) meminta perpanjangan tenggat, tidak lama sebelum tenggat bagi balasan Qatar atas permintaan koalisi pimpinan Arab Saudi itu berakhir.

Pernyataan bersama yang dirilis Senin pagi oleh kantor-kantor berita pemerintah Kuwait dan Arab Saudi mengukuhkan bahwa tenggat itu telah diperpanjang hingga Senin malam.

Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Qatar pada 5 Juni lalu, dan menuduh pemerintah di Doha itu mendukung terorisme bersama Iran.

Qatar membantah dan mengatakan tuduhan itu tidak berdasar. Al Thani mengatakan tuntutan Arab Saudi dan mitra-mitranya – termasuk penarikan pasukan Turki di Qatar, penutupan stasiun televisi milik pemerintah Qatar “Al Jazeera” dan penurunan tingkat hubungan diplomatik Qatar dengan Iran – mustahil dipenuhi tanpa mengorbankan kedaulatan Qatar.

Isi surat dan langkah keempat negara yang memboikot itu akan dibahas pada waktu pemimpin negara-negara itu bertemu di Kairo hari Rabu (5/7).

Presiden AS, Donald Trump (tengah), Raja Saudi Salman, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani (Foto: dok).
Presiden AS, Donald Trump (tengah), Raja Saudi Salman, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani (Foto: dok).

Presiden Amerika Donald Trump membahas situasi itu dalam pembicaraan terpisah melalui telepon dengan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani dan Putra Mahkota Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Pernyataan tertulis Gedung Putih mengatakan Trump telah menyampaikan keprihatinannya tentang perselisihan itu, dan menekankan pentingnya persatuan di kawasan, menghentikan pendanaan teroris dan menolak ideologi ekstremis.

Amerika mendukung upaya Kuwait untuk memediasi perselisihan negara-negara Teluk itu. Amerika memiliki hubungan kuat dengan kedua pihak karena Armada Kelima Angkatan Laut Amerika berlabuh di Bahrain, sementara sebuah pangkalan militer di Qatar merupakan fasilitas militer terbesar Amerika di kawasan itu.

Perjanjian pembelian senjata bernilai ratusan miliar dolar antara Amerika dan Arab Saudi yang masih belum diwujudkan, bisa terimbas kesudahan perselisihan diplomatik ini. [em/ds]

XS
SM
MD
LG