Tautan-tautan Akses

Iran Ancam Lakukan Pembalasan Jika AS Batalkan Kesepakatan Nuklir 2015


Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan negaranya akan melakukan tindakan balasan jika AS membatalkan kesepakatan nuklir (foto: dok).

Iran mengancam akan melakukan tindak balasan terhadap kepentingan-kepentingan Amerika jika Presiden Donald Trump mencabut sertifikasi kesepakatan nuklir tahun 2015. Laporan media mengatakan Trump mungkin mengumumkan keputusannya dalam beberapa hari ini.

Kantor berita resmi Iran mengutip Menteri Luar Negeri Mohammad Javad Zarif mengatakan Iran akan melakukan tindakan balasan lebih keras jika Trump menyatakan bahwa Iran tidak mematuhi ketentuan dalam perjanjian nuklir itu. Sebagian warga Iran khawatir mengenai dampak penarikan Amerika dari kesepakatan tersebut.

“Ya, saya sangat khawatir. Dalam beberapa tahun terakhir tekanan ekonomi sangat besar. Banyak orang mengatakan kesepakatan itu tidak ada pengaruhnya, tetapi banyak orang merasakannya. Saya cemas mengenai warga Iran dan saya sendiri,”demikian kata seorang guru Iran bernama Rashidi.

Laporan media mengatakan Trump mungkin akan mengumumkan keputusannya seawal hari Jumat, sebelum tenggat hari Minggu untuk menyatakan apakah Iran mematuhi ketentuan dalam perjanjian atau tidak. Kesepakatan itu ditandatangani Iran, Amerika, Inggris, China, Perancis, Jerman, dan Rusia tahun 2015.

Perjanjian itu mewajibkan Iran membatasi program nuklirnya dan memberikan akses lebih besar kepada para inspektur internasional.

Sebagai imbalan, Iran mendapat kelonggaran sanksi ekonomi. Trump menyebut perjanjian itu sebagai kesepakatan paling buruk yang pernah dirundingkan. Namun tokoh Demokrat dalam Komisi Hubungan Luar Negeri DPR AS, Eliot Engel memperingatkan bahwa meninggalkan kesepakatan itu dapat sangat merugikan reputasi Amerika.

“Kita di Amerika harus memegang kata-kata kita sendiri, kalau kita menarik diri dari kesepakatan itu, Iran akan bebas dari kekangan dalam program nuklir mereka dan dari inspeksi nuklir yang ditetapkan dalam perjanjian,” kata Engel.

Sepekan yang lalu, Menteri Pertahanan Amerika James Mattis sendiri mengatakan kepada Senat bahwa Amerika seyogyanya tidak meninggalkan kesepakatan nuklir dengan Iran. Menjawab pertanyaan Senator Angus King mengenai apakah baik bagi kepentingan nasional jika Amerika mempertahankan kesepakatan nuklir dengan Iran, James Mattis mengatakan ya.

Pemerintahan Trump telah dua kali memberikan sertifikasi pematuhan nuklir Iran.

“Pada akhirnya, saya akan melakukan apa yang terbaik bagi Amerika dan yang terbaik bagi dunia, karena ini adalah masalah yang menyangkut seluruh dunia, bukan hanya Amerika saja. Ini adalah masalah dunia yang harus diselesaikan,” tandas Trump. [ds]

XS
SM
MD
LG