Tautan-tautan Akses

Komandan Garda Revolusi Iran memperingatkan pangkalan militer Amerika di Timur Tengah berisiko terkena serangan rudal Iran, jika Amerika menerapkan sanksi baru terhadap Teheran.

Dalam beberapa hari mendatang, Presiden Amerika Donald Trump berencana mengumumkan bahwa Iran tidak mematuhi kesepakatan internasional yang ditandatangani pada 2015 untuk membatasi senjata nuklirnya. Namun, Trump kemudian memberi Kongres waktu 60 hari untuk memutuskan apakah akan memperbarui sanksi ekonomi terhadap Teheran.

Tetapi media pemerintah Iran mengutip Komandan Garda Mohammad Ali Jafari yang mengatakan Minggu (8/10), jika sanksi baru diterapkan, Amerika harus "memindahkan basis regional mereka di luar jangkauan rudal Iran sejauh 2.000 kilometer."

Pangkalan militer Amerika berlokasi di Bahrain, Irak, Oman, dan Afghanistan, semua berjarak 500 kilometer dari perbatasan Iran.

Jafari menolak bernegosiasi dengan Amerika mengenai masalah regional. Ia mengatakan jika Amerika menganggap Garda Revolusi sebagai kelompok teroris, maka Iran juga akan menganggap militer Amerika sebagai teroris. Ia menambahkan, sanksi baru Amerika akan menutup "kesempatan hubungan abadi" antara Amerika dan Iran.

Pengawas nuklir PBB menilai, Iran sudah mematuhi kesepakatan nuklir itu dan lima negara lain dalam perjanjian internasional yang sudah berjalan dua tahun itu tidak mengisyaratkan ingin menegosiasi ulang perundingan nuklir tersebut.[ka]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG