Tautan-tautan Akses

Irak Tawarkan Proyek Pembangunan Kembali bagi Investor Internasional


Para pejabat negara-negara anggota koalisi melawan ISIS menghadiri konferensi rekonstruksi Irak di Kuwait, Selasa (13/2).

Irak yang dikoyak perang hari Selasa (13/2) ingin menarik investor internasional untuk membangun kembali negara itu setelah mengalahkan ISIS dengan menawarkan ratusan proyek dan menjanjikan jaminan hukum yang luas.

"Irak terbuka bagi investor," kata Sami al-Araji, ketua Komisi Investasi Nasional Irak, pada hari kedua konferensi rekonstruksi besar-besaran Irak, yang dilangsungkan di Kuwait.

Irak mengatakan memerlukan hampir 90 miliar dolar untuk pembangunan kembali setelah perang selama tiga tahun melawan ISIS yang menghancurkan rumah, sekolah, rumah sakit dan infrastruktur ekonomi, dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.

Baca juga: Irak Perlu $100 Miliar untuk Pembangunan Kembali pasca ISIS

Pejabat Bank Dunia bergabung bersama perwakilan pemerintah Irak hari Selasa di Kuwait untuk mendapat komitmen dari 2.000 lebih perwakilan perusahaan internasional yang hadir.

Menlu Amerika Rex Tillerson dalam konferensi itu mengatakan banyak pekerjaan diperlukan untuk membangun kembali Irak dan "memodernisir" ekonominya.

"Sama pentingnya seperti menunjukkan bahwa ISIS dan ideologi kekerasannya telah gagal," kata Tillerson. "Pemerintahan yang inklusif, akuntabel dan transparan membangun masyarakat yang bisa melawan ideologi ekstremis," tambahnya.

Araji mengatakan Irak, yang sebelumnya berada dalam perang atau dikenakan sanksi internasional sejak tahun 1980, menawarkan proyek di hampir semua bidang ekonomi.

Ia mempresentasikan lebih dari 200 proyek yang terbuka bagi investor, termasuk kilang minyak, perumahan dan usaha industri, proyek transportasi dan setidaknya empat pembangkit listrik.

Investor akan mendapat perlindungan hukum pada tingkat tinggi, kata Araji sambil menambahkan bahwa Irak juga berencana membangun empat zona ekonomi. [my/jm]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG