Tautan-tautan Akses

Meski akan Ada Brexit, London Tetap Jadi Pusat Keuangan Dunia


Para pekerja berjalan di tengah hujan di kawasan bisnis Canary Wharf di London, Inggris. (Foto:dok)
Para pekerja berjalan di tengah hujan di kawasan bisnis Canary Wharf di London, Inggris. (Foto:dok)

London tetap menjadi pusat keuangan dunia yang paling menarik, meneruskan keunggulannya atas New York walaupun dibayangi rencana Inggris untuk keluar dari Uni Eropa, menurut sebuah survei Senin (11/9).

Keluarnya Inggris dari blok perdagangan tersebut telah membuat para politisi dan ekonom memperkirakan bahwa London akan kehilangan keunggulan statusnya sebagai pusat keuangan. Namun tanda-tanda yang menunjukkan hal itu belum banyak terjadi.

London berada di urutan pertama dan diikuti oleh New York, Hong Kong dan Singapura menurut survei Z/Yen indeks pusat keuangan global atau GFCI. Survei ini menyusun peringkat 92 pusat keuangan berdasarkan faktor-faktor seperti infrastruktur dan akses ke staf dengan kualitas tinggi. New York kalah 24 poin dibandingkan ibu kota Inggris ini dan selisih poin terbesar antara kedua kota ini sejak survei dimulai tahn 2007.

Peringkat New York mengalami penurunan terbesar di antara para pesaing dengan turun sebanyak 24 poin dibanding tahun lalu. Para penulis survei ini mengatakan penurunan peringkat New York “kemungkinan besar akibat ketakutan akan kebijakan perdagangan dengan AS.”

Sejak menjadi Presiden Amerika pada Januari lalu, Donald Trump sudah keluar dari perjanjian perdagangan trans-Pasifik yang sudah direncanakan dan mengejar kebijakan ekonomi yang lebih terisolasi.

Kelompok lobi keuangan paling kuat di Inggris, The CityUK memperingatkan untuk tidak terlena. Organisasi ini juga meminta kebijakan yang lebih jelas mengenai pengaturan-pengaturan masa transisi untuk keluar dari Uni Eropa yang akan diberlakukan setelah April 2019, ketika Inggris secara resmi keluar dari Uni Eropa.

Sejak dua bulan yang lalu telah terlihat kenaikan bank-bank yang mengatakan mereka berencana membuka anak perusahaan baru di Eropa setelah Brexit. Sebagian besar bank-bank Amerika, Inggris dan Jepang mengatakan mereka akan mendirikan unit bisnis di Frankfurt atau Dublin.

Frankfurt naik ke peringkat 11 dari peringkat 23 setahun lalu dan Dublin naik ke peringkat 30 dari 33. [fw/au]

Recommended

XS
SM
MD
LG