Tautan-tautan Akses

Inggris Diperkirakan akan Usulkan Transisi 2 Tahun Pasca-Brexit


Perdana Menteri Inggris Theresa May berbicara dalam sebuah pertemuan di sela-sela Sidang Umum PBB ke-72 di Markas Besar U.N. di New York, 19 September 2017.

Perdana Menteri Inggris Theresa May diperkirakan akan mengusulkan masa peralihan selama dua tahun setelah Inggris resmi keluar dari Uni Eropa pada 29 Maret 2019, yang biasa disebut dengan Brexit.

Kantor May melansir cuplikan-cuplikan pidato yang akan disampaikannya hari Jumat (22/9) di Florence, Italia, yang menekankan bahwa kedua pihak berbagi tanggung jawab yang besar untuk memastikan Brexit berlangsung lancar.

Pada malam menjelang pidatonya, May bertemu dengan menteri-menteri kabinetnya selama lebih dari dua jam untuk menyimpulkan sikap Inggris.

Para menteri terlibat dalam diskusi yang tegang mengenai isu-isu krusial seperti jumlah yang harus dibayar Inggris untuk menyelesaikan komitmen-komitmen finansialnya terhadap Uni Eropa dan status warganegara Uni Eropa di Inggris.

Ketegangan itu terungkap kepada publik pekan lalu sewaktu Menteri Luar Negeri Boris Johnson membeberkan visinya sendiri mengenai kehidupan di luar Uni Eropa. Ia mendukung pemutusan segera hubungan dengan Uni Eropa, sikap yang mencemaskan kalangan moderat yang khawatir hal ini akan merusak hubungan Inggris dengan blok perdagangan terbesar di dunia itu.

Pidato May akan disampaikan sebelum putaran keempat perundingan dengan mitra-mitra Uni Eropa, yang tidak dapat dilanjutkan sebelum isu-isu yang tersisa diselesaikan, meskipun Inggris ingin mulai membahas hubungan pada masa mendatang, termasuk mengenai kerjasama perdagangan dan keamanan. [uh/lt]

XS
SM
MD
LG