Tautan-tautan Akses

Informasi Wabah Corona dari Pemerintahan Trump Tak Meyakinkan


Barang-barang kebutuhan rumah tangga makin minim di rak-rak yang hampir kosong di sebuah supermarket di Washington, DC., 15 Maret 2020. (Foto: Reuters)
Barang-barang kebutuhan rumah tangga makin minim di rak-rak yang hampir kosong di sebuah supermarket di Washington, DC., 15 Maret 2020. (Foto: Reuters)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan beberapa anggota pemerintahannya berusaha menenangkan warga yang panik setelah aksi borong di sejumlah tempat.

Rak-rak di banyak toko di seluruh negara itu kosong karena diborong oleh warga yang panik di tengah pandemi virus korona.

Trump, setelah mengadakan percakapan telepon dengan 30 eksekutif supermarket pada Minggu (15/3) mengatakan: "Kalian tidak perlu membeli terlalu banyak. Santai saja. Rileks."

Presiden itu mengatakan, "Tidak ada kelangkaan, hanya saja orang-orang membeli tiga sampai lima kali lipat dibanding biasanya."

Trump, secara mendadak memberikan pengarahan kepada media, didampingi beberapa anggota satgas virus korona, tapi tidak ada sesi tanya jawab.

Virus korona adalah "sesuatu yang sangat kita kendalikan," kata Trump sebelum mengalihkan pengarahan kepada Wakil Presiden Mike Pence, yang mengepalai satgas itu.

Sebagian anggota kelompok itu di podium menyampaikan kewaspadaan yang lebih besar.

Kepala Institut Nasional urusan Alergi dan Penyakit Menular, Dr. Anthony Fauci, menekankan bahwa "yang terburuk akan datang" sementara menteri kesehatan Alex Azar memperingatkan bahwa pandemi itu berpotensi melampaui kapasitas sistem layanan kesehatan AS. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG