Tautan-tautan Akses

Hindari Corona, Kampus-kampus di AS Pilih Kuliah Online


Orang-orang berjalan melewati pintu masuk Perpustakaan Widener, di belakang, di kampus Universitas Harvard, di Cambridge, Massachusetts, 16 Juli 2019. (Foto: AP)

Universitas-universitas di seluruh dunia akan terus ditutup. Kuliah akan diberikan secara online guna menghindari mahasiswa dan dosen berkumpul dalam ruang padat dimana penularan virus COVID-19 bisa terjadi.

Harvard University mengumumkan pihaknya akan melakukan peralihan ke “kuliah virtual" untuk kelas S2 dan S1 pada hari pertama kuliah yang akan dimulai pada 23 Maret 2020.

“Mahasiswa-mahasiswa diminta tidak kembali ke kampus setelah reses musim semi dan memenuhi persyaratan akademis mereka lewat jarak jauh sampai ada pemberitahuan lebih lanjut,” demikian diumumkan Harvard University pada Selasa (10/3).

Mahasiswa di kampus juga akan dibatasi pada pembelajaran online dan dibatasi geraknya di kampus. Perkumpulan hanya bisa dilakukan tidak melebihi 25 orang.

Kampus-kampus lain yang telah memindahkan kuliah mereka ke online termasuk: American Unversity, Amherst College, Barnard College, Columbia University, the University of California in San Diego, Berkeley, Hofstra Univeristy, Ohio State, Princeton, Seattle University, University of Southern California, Stanford University, dan University of Washington. Demikian informasi yang berhasil dikumpulkan sejauh ini.

Banyak universitas juga memanggil pulang mahasiswa-mahasiswa mereka yang ikut program kuliah di luar negeri setelah Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit (CDC) AS meminta mereka untuk mempertimbangkan pembatalan program di luar negeri. Selain itu juga memulangkan para mahasiswa ke AS.

Seseorang berjalan melewati Gedung Sekolah Tinggi Seni Rupa di kampus Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh Jumat, 7 Juni 2019. (Foto: AP/Gene J. Puskar)
Seseorang berjalan melewati Gedung Sekolah Tinggi Seni Rupa di kampus Universitas Carnegie Mellon di Pittsburgh Jumat, 7 Juni 2019. (Foto: AP/Gene J. Puskar)

Kebijakan pulang ini juga berlaku untuk para mahasiswa asing yang melakukan OPT di AS. OPT adalah Optional Practical Training, yang memungkinkan lulusan universitas Amerika tinggal di Amerika dan bekerja dalam bidang studi mereka sampai tiga tahun.

Beberapa mahasiswa internasional berada China dalam kondisi isolasi, sementara perbatasan tertutup dan penerbangan dibatalkan untuk mencegah infeksi ini semakin meluas. Padahal China adalah tempat dimana virus yang menyebar cepat pertama kali dilaporkan akhir tahun lalu.

Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) melaporkan, 363 juta mahasiwa kini terbengkalai kuliahnya di seluruh dunia. Lima belas negara telah memerintahkan universitas ditutup di seluruh negeri, sementara 14 negara memerintahkan penutupan setempat saja. [jm/ii]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG