Tautan-tautan Akses

Indonesia Siap Tawarkan Proyek Infrastruktur Miliaran Dolar dalam Pertemuan IMF-World Bank 2018


Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan pidato sebagai Ketua Panitia Pertemuan IMF-World Bank kepada 39 perwakilan kedutaan besar negara asing di Jimbaran, Bali, Jumat 24/8. (Courtesy: Kemenko Maritim)

Pertemuan tahunan IMF-World Bank yang akan diselenggarakan di Bali Oktober nanti diharapkan akan mendatangkan banyak keuntungan bagi Indonesia. Di antaranya lewat berbagai proyek infrastruktur dan program pariwisata.

Pemerintah Indonesia akan menawarkan sejumlah proyek infrastruktur dalam pertemuan IMF-World Bank yang akan berlangsung di Bali, Oktober mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mengatakan ada potensi investasi dengan nilai miliaran dolar yang bisa didapat oleh Indonesia dalam acara tersebut. Ada beberapa proyek yang disepakati untuk mendapatkan pembiayaan, seperti program waste to energy atau pemanfaatan sampah sebagai sumber enegi, lalu pembiayaan untuk pembangkit listrik tenaga bumi (geothermal) serta untuk pembiayaan kereta api ringan atau Light Rapid Transit (LRT).

Hal ini disampaikannya usai memimpin Rapat Persiapan Pelaksanaan pertemuan IMF-World Bank di kantornya, Senin (27/8), yang juga dihadiri oleh Menkominfo Rudiantara dan Jubir Presiden Johan Budi.

"IMF-World Bank annual meeting itu biasanya itu dilakukan di Washington, setiap dua tahun mereka lakukan di luar negeri berganti-ganti, nah mereka punya agenda sendiri, nah kita memanfaatkan pelaksanaannya itu juga punya kepentingan kita, misalnya apa? Kita juga bikin blended Finance, raising fund dari market untuk pembiayaan proyek-proyek infrastruktur di Indonesia. Gak tahu sekarang jumlahnya berapa. Kan sekarang berproses ini. Bisa aja 2 miliar atau 3 miliar dolar," ungkap Luhut.

Ditambahkannya, dampak pertemuan bertaraf internasional ini akan berdampak cukup baik pada sektor pariwisata Indonesia. Kehadiran 15 ribu delegasi dipastikan akan meningkatkan pariwisata di Indonesia dan menambah penerimaan negara lewat devisa.

"Kalau melihat itu saya kira akan baik. Dan kita tanpa sadar dengan adanya (pertemuan) IMF-World Bank ini kita memperbaiki, mempercepat pembangunan infrastruktur untuk turis. Sehingga tahun depan kita yakin akan bisa 5-20 juta turis total selama 5 tahun ini, nah kalau itu terjadi maka kita bisa dapat 7,5 miliar dollar US untuk devisa kita," tambahnya.

Luhut pun menggarisbawahi kepastian lokasi pertemuan IMF/World Bank ini di Bali. “Ada contingency-plan, namun tidak terpikir untuk memindahkannya ke tempat lain,” tegas Luhut.

Indonesia Siap Tawarkan Proyek Infrastruktur Miliaran Dolar dalam Pertemuan IMF-World Bank 2018
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:04:20 0:00

Dalam kesempatan yang sama Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara mengatakan persiapan infrastruktur terus dilakukan, antara lain mempersiapkan kantor atau ruang kerja bagi delegasi. Nantinya akan ada satu hotel yang menjadi kantor, dan 2-3 hotel lain yang menjadi markas IMF-World Bank mulai September nanti.

"Ada hotel yang diubah jadi kantor. Jadi semua kasurnya dikeluarkan, jadi betul-betul seperti kantor. Jadi infrastrukturnya pun disediakan infrastruktur cloud yang kapasitasnya cukup besar. Kalau mengkonversi hotel menjadi kantor, kan kasur dikeluarin, kursi mebel dikeluarkan, diganti oleh mebel kantor, tidak bisa langsung semuanya, kalo engga hotelnya harus tutup. Itu nanti semuanya bertahap tapi sudah dijadwalkan akhir September semua selesai," ujar Rudiantara.

Rudiantara menambahkan bahwa nantinya infrastruktur yang digunakan dalam pertemuan IMF-World Bank – seperti 400 laptop atau peralatan komputer canggih – tidak akan di bawa pulang oleh para delegasi, tetapi justru disumbangkan untuk bantuan pendidikan di Bali, Lombok dan Banyuwangi. [gi/em]

XS
SM
MD
LG