Tautan-tautan Akses

India Catat Lebih dari 50.000 Kematian Akibat Virus Corona


Seorang petugas polisi Uttar Pradesh memberikan bunga kepada seorang pengendara dan meminta mereka untuk tetap tinggal di dalam rumah di pos pemeriksaan selama karantina nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona COVID-19 di New Delhi
Seorang petugas polisi Uttar Pradesh memberikan bunga kepada seorang pengendara dan meminta mereka untuk tetap tinggal di dalam rumah di pos pemeriksaan selama karantina nasional yang diberlakukan pemerintah sebagai tindakan pencegahan terhadap virus corona COVID-19 di New Delhi

India, Senin (17/8), melaporkan korban meninggal akibat virus corona telah lebih dari 50 ribu orang, setelah mengukuhkan lebih dari 900 kematian baru dalam satu hari.

Negara itu kini menduduki urutan ke-empat di dunia dalam hal kematian akibat Covid-19, di bawah AS, Brazil dan Meksiko.

Selandia Baru, negara yang sempat merayakan lebih dari 100 hari tanpa ada penularan virus corona di tengah masyarakat, telah menunda pemilu yang dijadwalkan bulan depan sambil menanggulangi wabah yang merebak kembali di negara itu.

PM Jacinda Ardern mengatakan pemilihan nasional kini akan berlangsung pada 17 Oktober, dan tidak akan ada lagi penundaan selanjutnya.

Para pejabat Selandia Baru melaporkan sembilan kasus baru pada hari Senin (17/8), membuat kasus aktif terkonfirmasi di sana mencapai 78 sementara lokasi utama perebakan wabah, Auckland, masih menjalani PSBB seminggu lagi.

Di Korea Selatan, yang juga berhasil dalam mengurangi jumlah kasus baru, para pejabat kesehatan berupaya memperlambat perebakan wabah di sekitar Seoul yang mencakup beberapa gereja sebagai sumber utama penularan.

Setelah beberapa bulan mencatat kasus harian baru yang jarang melewati angka 50, para pejabat kesehatan Senin menyatakan ada 197 kasus baru terkukuhkan, setelah mencatat hampir 300 kasus pada hari Minggu (16/8).

Jepang, ekonomi terbesar ke-tiga dunia, adalah negara terbaru yang menunjukkan ekonominya terdampak pandemi, yang telah menyebabkan pemerintah negara di berbagai penjuru dunia memberlakukan restriksi-restriksi yang sangat menghambat aktivitas ekonomi.

Pemerintah Jepang Senin merilis data yang menunjukkan ekonomi negara itu menyusut dengan laju 27,8 persen per tahun antara April dan Juni. Penurunan itu adalah yang terbesar sejak data pembanding mulai dicatat pada tahun 1980.

Di AS, seorang pakar penyakit mengatakan mereka yang terjangkit virus corona dan sembuh mungkin akan kebal dari penyakit itu hingga selama satu tahun.

Mantan pejabat Badan Pengawasan Obat dan Makanan AS Dr. Scott Gottlieb tampil dalam acara televisi CBS Face the National pada hari Minggu (16/8) untuk membahas temuan-temuan baru oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS yang menyatakan pasien yang sembuh dari Covid-19 sudah pasti akan memiliki kekebalan selama tiga bulan.

Gottlieb mengatakan, kekebalan itu mungkin bertahan mulai dari enam hingga 12 bulan. Sebagian orang memiliki imunitas lebih lama dan sebagian lagi lebih sebaliknya. Tetapi kabar baiknya adalah mereka tidak akan terjangkit lagi sedikitnya selama tiga bulan dan mungkin lebih lama lagi setelah yang bersangkutan terjangkit, jelas Gottlieb.

Tetapi Gottlieb memperingatkan bahwa Covid-19 disebut sebagai virus corona baru karena memang masih banyak yang belum diketahui para dokter mengenai virus tersebut.

AS mencatat lebih dari 170 ribu kematian akibat virus corona, terbanyak di dunia. Para pakar di Institute for Health Metrics di University of Washington memprediksi jumlah tersebut akan mencapai 186 ribu pada 1 September dan lebih dari 390 ribu pada 1 Desember. [uh/ab]

XS
SM
MD
LG