Tautan-tautan Akses

Hujan, Temperatur yang Lebih Dingin Bantu Upaya Atasi Kebakaran Hutan di Australia


Seorang petugas pemadam kebakaran memindahkan puing-puing yang terbakar dalam upaya memadamkan api di dekat Burrill Lake, Australia, Minggu, 5 Januari 2020. (AP Photo / Rick Rycroft)

Petugas pemadam kebakaran yang kelelahan di Australia merasa sedikit lega karena perubahan cuaca yang membantu mereka mengatasi kebakaran hutan besar-besaran yang telah menghanguskan jutaan hektar selama lebih dari tiga bulan.

Hujan yang sangat dibutuhkan dan suhu yang lebih dingin diperkirakan akan terjadi di Australia tenggara sepanjang minggu ini, sehingga memberikan waktu bagi petugas pemadam kebakaran untuk memperkuat garis penahan menyebarnya api, membersihkan lahan dan melakukan pembakaran terkendali. Tetapi, curah hujan saat ini tidak cukup untuk memadamkan ratusan titik kebakaran yang terus terjadi di negara bagian New South Wales, Victoria, Australia Selatan dan Queensland.

Hujan juga membuat tanah terlalu licin untuk mengirim truk pemadam kebakaran untuk melakukan pembakaran kembali yang terkendali.

Kebakaran hutan di Australia itu telah menghancurkan sedikitnya delapan juta hektar lahan, berikut lebih dari 2.000 rumah, dan menewaskan sedikitnya 25 orang sejak bencana itu mulai terjadi pada bulan September. Dewan Asuransi Australia mengatakan telah menerima klaim senilai $485 juta terkait kebakaran itu.

Perdana Menteri Scott Morrison, yang telah menghadapi kritik pedas atas tanggapannya terhadap kebakaran itu, telah menganggarkan dana sebesar $1,4 miliar untuk pemulihan dari kebakaran hutan itu. Dana itu dimaksudkan untuk membantu penduduk, bisnis dan petani agar bangkit kembali. Di antara kritik yang dilontarkan terhadap Morrison termasuk liburan keluarga ke Hawaii yang diambilnya sementara kebakaran hutan mengakibatkan keadaan darurat.

Kebakaran hutan merupakan hal biasa di belahan bumi selatan selama musim panas, tetapi kebakaran musim ini di Australia mulai terjadi sangat awal. Para ilmuwan mengatakan tidak ada keraguan bahwa perubahan iklim akibat ulah manusia telah berkontribusi pada kebakaran yang sangat merusak tahun ini. [lt/ab]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG