Tautan-tautan Akses

Hujan Lebat dan Banjir Hancurkan Rumah-rumah, Tewaskan 5 di Sudan


Pemandangan Blue Nile di Khartoum, Sudan, 9 Januari 2020. (Foto: AP)

Pihak berwenang mengatakan, Minggu (2/8), para perempuan dan anak-anak tidur di luar ruangan di tengah hujan lebat setelah banjir merendam ratusan rumah di provinsi Blue Nile, Sudan dan menewaskan lima orang di seluruh negara itu.

Bout, kota berpenduduk 100.000 orang, terkena dampak hujan deras dan banjir dalam sepekan belakangan. Palang Merah Sudan mengatakan sedikitnya 1.200 rumah hancur.

Lebih dari 120 rumah di kota di dekatnya, Wed Abuk, juga hancur. Video yang tersebar secara daring memperlihatkan banjir melumpuhkan jalan-jalan serta menyapu rumah-rumah dan harta benda. Lahan pertanian yang luas di wilayah itu juga banjir.

Sebagian besar warga di kawasan itu adalah pengungsi dari wilayah lain di Sudan. Menurut seorang warga bernama Musab Sharif, mereka bergantung pada pertanian dan rentan akan banjir tahunan.

Musab mengatakan ratusan keluarga tidur di luar ruangan di tengah hujan yang berlangsung hingga Sabtu (1/8) malam.

Pejabat setempat Nusaiba Farouk Kalol, seorang pejabat setempat mengatakan kepada Associated Press, bahwa hujan lebat juga menyebabkan jebolnya Bendungan Bout. Sedikitnya 600 keluarga terdampar di tengah banjir yang diakibatkan hujan lebat dan bendungan yang jebol, katanya.

"Banjir mengepung mereka. Tidak ada akses ke keluarga-keluarga itu karena banjir merendam kawasan itu dari tiga arah," katanya.

Kalol memperingatkan banyak orang akan kehilangan tempat tinggal di Bout, yang terletak sekitar 180 kilometer dari Ibu Kota Provinsi al-Damazin.[vm/pp]

XS
SM
MD
LG