Tautan-tautan Akses

Hubungan Pakistan dengan AS Semakin Renggang


Perdana Menteri China Li Keqiang, kanan, bertemu dengan Perdana Menteri Paksitan Nawaz Sharif di Beijing, China, 13 Mei 2017.

Negara yang pernah sekutu penting Amerika dalam perang melawan terorisme, Pakistan mendapati dirinya semakin jauh dari Washington di tengah-tengah tuduhan bahwa Pakistan menampung lebih dari 12 kelompok teroris. Dan Pakistan, sebaliknya, terus semakin dekat ke China dan Rusia.

Kedua saingan utama Amerika itu telah memanfaatkan kekhawatiran Pakistan mengenai India, dan kesenjangan dalam pengaruh sedunia Washington sementara Presiden Donald Trump masih terus membentuk kebijakan luar negerinya di kawasan yang strategis itu.

Hubungan Pakistan dengan tiga dari ke-4 tetangganya, Afghanistan, India, dan Iran, sedang berada pada titik terendah. Dan bukannya berusaha mengekang ektrimisme, pemerintah Pakistan tampaknya menggalakkan gerakan konservatif yang bertumbuh dengan tidak ada tanda-tanda menghentikan dukungan pada undang-undang penistaan yang kontroversial yang telah mengakibatkan berkali-kali kekerasan massal.

Para pakar mengatakan 13 dari kira-kira 60 yang dianggap Amerika Serikat organisasi teroris global berbasis di Pakistan, yang sebagian besar di daerah-daerah suku terpencil yang berbatasan dengan Afghanistan.

Kelompok-kelompok militan utama yang ada di Pakistan, antara lain, Taliban Pakistan dan Jaringan Haqqani, serta Laskar-e-Jhangvi, Jaish-e-Muhammad dan Jundullah. Dan walaupun Pakistan membantah bahwa ISIS mempunyai kehadiran di negara itu, organisasi teror tersebut telah mengaku bertanggung jawab atas serangan-serangan baru-baru ini di sana.

Dua orang anggota Kongres Amerika memperkenalkan rancangan undang-undang September lalu yang menyatakan Pakistan negara teror karena ketidakmampuannya mengekang militansi yang tumbuh di dalam negeri dan ancaman yang ditimbulkannya terhadap negara-negara tetangganya. Anggota Kongres dari partai Republik Ted Poe dan Dana Rohrabacher menuduh Pakistan menampung para pemimpin teroris global dan mendukung kelompok-kelompok teroris, termasuk Jaringan Haqqani, yang menyerang pasukan Afghanistan dan NATO yang dipimpin oleh Amerika di Afghanistan.

Mantan duta besar Amerika untuk Afghanistan dan Irak, Zalmay Khalilzad, mengatakan Pakistan layak dicap sebagai negara yang mensponsori terorisme.

Hussain Haqqani, duta besar Pakistan untuk Amerika Serikat dalam tahun 2008 sampai tahun 2011 dan sekarang direktur Asia Selatan dan tengah di Hudson Institute di Washington memberi nasehat ini kepada Trump:

". . . bagi Pakistan, persekutuannya dengan Amerika Serikat hanyalah untuk memperoleh senjata, bantuan ekonomi, dan dukungan diplomatic dalam konfrontasinya dengan India," tulis Haqqani baru-baru ini dalam kolom tajuk oposisi Harian New York Times.

"Pemerintahan Bush memberi Pakistan $ 12,4 milyar bantuan, dan pemerintahan Obama memberikan $ 21 milyar. Insentif ini tidak membuat Pakistan lebih bersedia menghentikan dukungan pada Taliban Pakistan . . . Trump harus sekarang mempertimbangkan alternatif." Pakistan juga tidak berbuat apa-apa mengenai ribuan pesantren Islamis yang tidak terdaftar, yang terkait dengan peningkatan militansi di kawasan Afghanistan-Pakistan. Sekolah-sekolah ini mengajarkan ideologi militan dan menyediakan laskar bagi Taliban. [gp]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG