Tautan-tautan Akses

Hari Pertama PSBB, Antrian Kendaraan Warnai Perbatasan Surabaya dan Sidoarjo


Pengendara sepeda motor yang berboncengan terpaksa harus balik arah dan tidak diperbolehkan masuk Surabaya pada hari pertama penerapan PSBB. (foto: VOA/ Petrus Riski)

Hari pertama pemberlakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya diwarnai antrian panjang kendaraan di pintu masuk dari arah Sidoarjo.

Akses masuk perbatasan Surabaya dan Sidoarjo di bundaran Waru dipadati ribuan sepeda motor dan kendaraan roda empat yang akan masuk ke Surabaya, Mereka terpaksa mengantre karena harus menjalani pemeriksaan dan penyaringan oleh petugas gabungan satgas COVID-19 Surabaya dan Jawa Timur.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyu Drajad mengatakan, satgas itu membolehkan masuk kendaraan berplat nomor Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, namun melarang kendaraan dari luar wilayah PSBBitu. Menurutnya, pemeriksaan dan penyaringan di hari pertama cukup berat, karena masih banyak warga yang tidak mematuhi persyaratan berkendaraan selama masa PSBB.

Hari Pertama PSBB, Antrian Kendaraan Warnai Perbatasan Surabaya dan Sidoarjo
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:00 0:00

“Yang kita hentikan adalah mereka yang berboncengan, tidak memakai masker. Kalau yang tidak pakai masker kita minta kembali, yang berboncengan kita tanya urusan apa. Kalau memang medis masih kita perkenankan. Melebihi kapasitas penumpang 50 persen, pada R4 (roda empat, red), ya kita minta kembali, banyak yang kita minta kembali tadi R4 maupun R2 (roda dua, red),” kata Irvan Wahyu Drajad.

Kepadatan lalu lintas terutama roda dua di bundaran Waru, pintu keluar masuk utama Surabaya dan Sidoarjo saat hari pertama penerapan PSBB (foto: VOA/ Petrus Riski).
Kepadatan lalu lintas terutama roda dua di bundaran Waru, pintu keluar masuk utama Surabaya dan Sidoarjo saat hari pertama penerapan PSBB (foto: VOA/ Petrus Riski).

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol. Luki Hermawan, sepakat menyebutkan bahwa kepadatan lalu lintas pada hari pertama penerapan PSBB itu dikarenakan banyak warga yang belum memahami aturan yang telah ditetapkan.

“Masyarakat masih banyak yang belum tahu. Tadi di pintu masuk Surabaya-Madura (Suramadu) itu banyak mobil bawa keluarga, ajak anak-anaknya jalan ke Surabaya. Tadi ada beberapa mobil ditolak masuk.Dan ini sebagai bukti masih banyak masyarakat yang belum paham,” kata Irjen Pol. Luki Hermawan.

Salah satu perumahan di kawasan Kenjeran, Surabaya, memasang portal dan peringatan pencegahan penyebaran virus corona (foto: VOA/ Petrus Riski)
Salah satu perumahan di kawasan Kenjeran, Surabaya, memasang portal dan peringatan pencegahan penyebaran virus corona (foto: VOA/ Petrus Riski)

Luki menambahkan, teguran dan sosialiasi akan terus ditingkatkan dalam tiga hari ini, untuk memastikan warga memahami pentingnya pemberlakuan PSBB selama 14 hari di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik.

“Kalau keadaan seperti ini berlanjut, penyebaran corona akan terus meningkat di Surabaya. Makanya, kami sepakat dengan seluruh aparat yang terlibat di dalam PSBB untuk memperkuat imbauan dan teguran dalamtiga hari ini.Kami mengharapkan kerja sama masyarakat Jawa Timur, khususnya Surabaya, Gresik dan Sidoarjo, untuk menjalani PSBB ini supaya wilayah kita segera terbebas dari corona,” imbuhnya. [pr/ab]

Recommended

XS
SM
MD
LG