Tautan-tautan Akses

AS

Gubernur Texas Larang Semua Mandat Vaksin COVID-19 oleh Semua Entitas


Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech. (Ilustrasi).

Gubernur Texas Greg Abbott mengeluarkan perintah eksekutif pada hari Senin (11/10) yang melarang semua mandat vaksin COVID-19 di negara bagian itu oleh entitas apapun.

“Tidak ada entitas di Texas dapat memaksa penerimaan vaksin COVID-19 oleh individu manapun, termasuk karyawan atau konsumen, yang menolak vaksinasi semacam itu untuk alasan hati nurani pribadi, berdasarkan keyakinan agama, atau alasan medis, termasuk kepulihan sebelumnya dari COVID-19,” sebut perintah itu.

Abbott adalah satu dari beberapa gubernur dari partai Republik di AS yang berselisih dengan prakarsa Presiden Joe Biden untuk mengekang pandemi selama hampir dua tahun ini, termasuk melarang pemerintah daerah dan rayon sekolah untuk menetapkan wajib mengenakan masker.

Gubernur Texas Greg Abbott di Del Rio, Texas, 21 September 2021. (AP Photo/Julio Cortez) Format: JPG
Gubernur Texas Greg Abbott di Del Rio, Texas, 21 September 2021. (AP Photo/Julio Cortez) Format: JPG

Presiden Biden mengeluarkan perintah bulan lalu yang mengarahkan semua pengusaha dengan 100 atau lebih karyawan untuk mewajibkan karyawan mereka divaksinasi lengkap atau menghadapi tes COVID setiap minggu, serta mengeluarkan perintah wajib vaksinasi bagi semua tenaga layanan kesehatan, pegawai federal dan kontraktor federal.

Dua perusahaan besar yang berbasis di Texas, American Airlines dan Southwest Airlines, telah mengumumkan wajib vaksinasi COVID-19 bagi karyawan mereka dalam beberapa hari belakangan ini. Perusahaan teknologi raksasa berbasis di AS, Facebook dan Google, yang keduanya memiliki kantor besar di Texas, juga telah menetapkan perintah wajib vaksinasi terhadap karyawan mereka.

Abbott, yang didiagnosis dengan COVID-19 awal tahun ini, mengatakan dalam perintahnya bahwa “vaksin sangat dianjurkan bagi mereka yang memenuhi syarat untuk menerimanya, tetapi sifatnya harus selalu sukarela bagi warga Texas.” Ia mengatakan bahwa ia akan mendorong parlemen negara bagian untuk menjadikan perintahnya itu sebagai UU dalam sidang khusus mendatang.

Tetapi Dr. Anthony Fauci, kepala Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular, mengatakan, “kami tahu bahwa mandat efektif” dalam wawancara hari Senin dengan jaringan berita CNN. Fauci mengatakan meskipun para pejabat kesehatan enggan untuk mengeluarkan arahan seperti itu, ia mengakui bahwa “kadang-kadang mandat benar-benar dapat membantu dalam isu sesensitif itu, benar-benar membuat lebih banyak orang divaksinasi.” [uh/ab]

XS
SM
MD
LG