Tautan-tautan Akses

AS

Gubernur New York Sampaikan Briefing Terakhir


Gubernur New York Andrew Cuomo berbicara selama konferensi pers di Terminal B Bandara LaGuardia yang baru, New York, AS, 10 Juni 2020. (Foto: Reuters/Brendan McDermid)

Gubernur New York Andrew Cuomo, hari Jumat (19/6), menyampaikan konferensi pers harian terakhir, dengan mengatakan setelah 111 hari, negara bagian itu telah “melakukan hal-hal yang mustahil” dalam upaya melawan virus corona.

“Pada awalnya, virus ini sangat memukul kita,” ujar Cuomo dalam pidato ala kantor presiden, yang berbeda dengan konferensi pers biasa yang dilakukannya di hadapan wartawan. “Ketika wabah ini terjadi, kita memiliki kasus per kapita lebih banyak dibanding negara bagian mana pun, atau dibanding negara mana pun di dunia. Tetapi hari ini, kita telah berhasil mengubahnya 180 derajat, dari yang terburuk menjadi yang terbaik,” ujarnya.

Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit karena virus itu kini 1.284 orang, yang terendah dalam lebih dari tiga bulan. Negara bagian itu sempat mencatat jumlah uji medis tertinggi dalam sejarah, yaitu hampir 80 ribu tes setiap hari –dan tingkat penularan kini kurang dari 1%.

Jumlah orang yang meninggal minggu lalu juga tetap rendah, ujarnya, yaitu di bawah 32 orang per hari – suatu penurunan dramatis dari hampir 800 orang per hari pada minggu kedua April lalu.

“Dengan berkurangnya angka penularan, kita menyelamatkan lebih dari 100 ribu orang agar tidak dirawat di rumah sakit dan berpotensi meninggal,” ujarnya tentang model yang memperkirakan apa yang akan terjadi tanpa pembatasan sosial. “Ini merupakan pencapaian yang tidak terbayangkan sebelumnya. Saya sangat bangga pada apa yang telah kita lakukan bersama sebagai suatu komunitas," paparnya.

Meskipun demikian negara bagian berpenduduk 19,5 juta jiwa itu masih menderita kerugian finansial dan sumber daya manusia. Hampir 400 ribu warga terbukti positif mengidap virus corona dan sedikitnya 25 ribu orang telah meninggal dunia. Jutaan warga kehilangan lapangan pekerjaan dan banyak bisnis yang menderita kerugian, sebagian malah terpaksa tutup akibat penghentian kegiatan ekonomi yang diberlakukan sebelumnya.

Negara bagian itu kini berada dalam berbagai tahap untuk memulai kembali kegiatan ekonomi. Lebih banyak daerah di pinggiran negara bagian itu, di mana angka penularan sangat rendah, yang telah memulai tahap empat pembukaan kembali kegiatan ekonomi yang dimulai 15 Mei lalu. Tetapi New York City, yang terkena dampak paling buruk, sejak 8 Juni lalu masih beroperasi pada tahap pertama dan baru akan bergerak ke tahap ke dua hari Senin nanti (22/6). [em/pp]

XS
SM
MD
LG