Tautan-tautan Akses

AS

Gedung Putih: Pemahaman Menlu Korut Terhadap Pernyataan Presiden Trump Keliru

  • Steve Herman

Juru Bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders memberi keterangan kepada media di Washington, Senin, 25 September 2017. (AP Photo/Evan Vucci)

Gedung Putih mengatakan, Amerika Serikat tidak menyatakan perang dengan Korea Utara, dan menyebut pemahaman Menteri Luar Negeri Korea Utara terhadap pernyataan Presiden Donald Trump keliru.

Kepada wartawan, Senin (25/9), juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan, adalah keliru bila Korea Utara mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menyatakan perang dengan Korea Utara.

Pernyataan Sanders ini ditujukan untuk menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Yong-ho beberapa jam sebelumnya di dekat markas besar PBB di New York. Ri ketika itu mengungkapkan kepada wartawan, Trump melalui cuitannya di Twitter telah menyiratkan bahwa AS menyatakan perang dengan Korea Utara.

Sabtu lalu (23/9), Trump mengunggah pernyataan melalui Twitter, yang intinya menyebutkan bahwa rezim Pyongyang tidak akan eksis lebih lama lagi jika Korea Utara mewujudkan ancamannya.

Ri mengatakan, mengingat cuitan itu disampaikan oleh orang yang menduduki kursi kepresidenan AS saat ini, itu jelas pernyataan perang

Menteri Luar Negeri Korea Utara itu lebih jauh mengatakan, PBB dan seluruh dunia harus secara jelas ingat bahwa AS-lah yang pertama kali mengumumkan perang terhadap Korea Utara. "Menanggapi pernyataan perang Trump. semua opsi diperhitungkan kepemimpinan tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea," sebutnya.

Opsi tersebut, menurut Ri, termasuk melakukan tindakan balasan, seperti menembak jatuh pesawat-pesawatpembom strategis AS, bahkan ketika masih berada di atas wilayah perairan internasional.

Juru bicara Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders meremehkan ancaman Korea Utara itu.

"Tidak pantas bagi sebuah negara menembak jatuh pesawat negara lain saat berada di atas perairan internasional. Tujuan kami masih sama. Kami terus mengusahakan denuklirisasi Semenanjung Korea secara damai. Itu fokus kami. Kami saat ini melakukannya melalui tekanan ekonomi dan diplomatik yang paling maksimal,” kata Huckabee Sanders.

Selain menembak jatuh pesawat AS, Menlu Korea Utara itu juga mengancam, negara itu akan melangsungkan uji bom hidrogen di Samudera Pasifik. [ab/uh]

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis, menganggapi, Senin, jika Korea Utara mewujudkan ancamannya tersebut, itu akan menunjukkan betapa tidak bertanggungjawabnya Pyongyang terhadap kesehatan dunia, kestabilan dantujuan nonproliferasi.

Menurut kantor berita resmi pemerintah Korea Selatan, Yonhap, Selasa, Lee Cheol-woo, ketua komisi intelijen Majelis Nasional Korea Selatan, mengatakan bahwa Pyongyang diketahui mengubah posisi-posisi pesawat tempurnya dan meningkatkan kemampuan pertahanannya di sepanjang pantai timurnya.

Berbicara pada sebuah konferensi keamanan, Senin, penasehat keamanan nasional AS H.R. McMaster mengatakan, Washington berharap menghindari perang dengan Pyongyang, namun apa yang tidak bisa dilakukan AS adalah menghapus kemungkinan itu.

Juru bicara Pentagon, Kolonel Angkatan Bersenjata Robert Manning mengatakan kepada wartawan, jika Korea Utara tidak menghentikan tindakan provokatif mereka, militer akan memberi pilihan kepada presiden untuk menghadapi Korea Utara.

Pada hari Sabtu, pesawat pembom AS, Lancer B-1B diluncurkan dari Guam, dikawal oleh jet tempur F-16 dari pangkalan AS di Jepang terbang di wilayah udara internasional, melintasi perairan timur Korea Utara. [ab/uh]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG