Tautan-tautan Akses

Fraksi Republik Galang Kekuatan Setelah Gagal Loloskan RUU Layanan Kesehatan Baru

  • Michael Bowman

Gedung Capitol di Washington DC (Foto: dok).

Pekan ini, fraksi Republik di Kongres Amerika berusaha menyusun kembali kekuatan dan membangkitkan lagi momentum bagi agenda konservatif yang gagal pada ujian besar pertamanya tahun ini, yakni mencabut dan mengganti undang-undang layanan kesehatan yang diupayakan mantan Presiden Barack Obama.

Sebagaimana dilaporkan wartawan VOA Michael Bowman, kegagalan mereka di parlemen menunjukkan bahwa meskipun menguasai Gedung Putih dan menjadi mayoritas di kedua majelis di Kongres, partai Republik mungkin tidak memiliki kemampuan memerintah mayoritas untuk memenuhi janji-janji partai tersebut kepada para pemilih.

Dalam pidato mingguannya Sabtu lalu, Presiden Donald Trump mengajak rakyat Amerika untuk melihat ke angkasa. "Kita perbaharui komitmen nasional kita bagi misi NASA melakukan penjelajahan dan penemuan,” kata Presiden Trump.

Ini dilontarkan sehari setelah kegagalan legislatif penting pertamanya di Washington.

Ketua DPR Amerika, Paul Ryan dari fraksi Republik mengemukakan, "Saya tidak akan menutup-nutupi ini: ini adalah hari yang mengecewakan bagi kita.”

Setelah tujuh tahun menjanjikan legislasi yang lebih baik daripada Obamacare, fraksi Republik membatalkan legislasi mereka mengenai layanan kesehatan setelah jelas bahwa rancangan undang-undang tersebut tidak akan lolos di DPR.

Analis Don Kettl dari University of Maryland, melalui Skype mengatakan,"Ini serius dalam hal maknanya terhadap agenda legislatif presiden kelak, ia menghadapi masalah anggaran, ia telah memiliki rencana infrastruktur, reformasi pajak, ia punya banyak isu besar yang ingin ia majukan, semuanya akan memerlukan tindakan dari Kongres.”

Faksi ultra-konservatif di partai Republik yang menentang rancangan undang-undang layanan kesehatan itu bersikeras bahwa partai mereka masih dapat memenuhi janji-janjinya dalam bidang-bidang lain.

Mark Meadows, seorang anggota DPR dari fraksi Republik, dalam acara televisi ABC This Week, mengatakan, "Saya dapat sampaikan apa yang diperlukan dan diinginkan sebagian besar warga Amerika. Mereka menginginkan campur tangan pemerintah federal yang lebih sedikit dalam kehidupan mereka. Mereka menginginkan pajak yang lebih rendah sehingga gaji yang mereka bawa pulang lebih banyak. Dan saya tahu Presiden Trump serta mereka yang tergabung dalam konferensi Partai Republik berkomitmen memastikan itu terjadi.”

Sementara itu fraksi Demokrat telah memulai serangan baru, dengan menyatakan bahwa sebelum lebih banyak hal terungkap mengenai campur tangan Rusia dalam pemilu tahun lalu, agenda Trump harus ditangguhkan, termasuk dalam hal pencalonan hakim agung Neil Gorsuch.

Senator Chuck Schumer dari fraksi Demokrat, juga dalam program televisi ABC This Week, mengatakan, "Mari kita tunggu hasil penyelidikan ini selama beberapa bulan dan menangguhkan pengukuhan Gorsuch. Ini terserah sejawat-sejawat saya dari partai Republik, saya berharap mereka akan menerima argumen tersebut.”

Tetapi Gedung Putih menegaskan bahwa tidak akan ada jeda dalam agenda Trump.

"Masih banyak yang tersisa dalam agendanya yang ingin ia selesaikan, baik itu imigrasi, pajak, tembok perbatasan,” kata Juru Bicara Gedung Putih Sean Spicer.

Selain membangun kembali infrastruktur Amerika, sedikit saja dalam daftar agenda presiden yang akan mendapat dukungan dari fraksi Demokrat. Meloloskan legislasi akan memerlukan kekompakan fraksi Republik, sesuatu yang tidak dapat digalang partai tersebut pekan lalu. [uh/gp]

XS
SM
MD
LG