Tautan-tautan Akses

FIFA Minta Pembebasan Visa, Izin Kerja, dan Pajak untuk Piala Dunia 2026


Dalam foto 10 April 2017, Victor Montagliani (kiri), Presiden Asosiasi Sepak Bola Kanada, Sunil Gulati (tengah), President Asosiasi Sepak Bola Amerika, dan Decio de Maria, President Federasi Sepak Bola Meksiko (Kanan) berfoto bersama untuk menunjukkan upaya bersama mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026.

Amerika Serikat dan negara-negara lain yang berharap menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026, harus memberikan jaminan pemerintah mengenai perjalanan bebas visa ditambah izin kerja dan pembebasan pajak agar usulan sebagai tuan rumah dapat diterima, menurut dokumen yang diterbitkan oleh FIFA pada Selasa (07/11),

AS ingin menjadi tuan rumah turnamen 2026 dalam sebuah penawaran bersama dengan Kanada dan Meksiko, yang juga harus memberikan komitmen jaminan pemerintah agar proposal mereka diterima oleh badan pengatur sepak bola dunia itu

Maroko saat ini satu-satunya negara yang mengindikasikan mereka akan mengajukan tawaran untuk putaran final yang untuk pertama kalinya menampilkan 48 tim.

FIFA menginginkan lingkungan yang bebas visa, atau setidaknya prosedur visa yang tidak diskriminatif, sedangkan pembebasan ijin kerja berlaku bagi siapa saja yang terlibat dengan Piala Dunia dan pembebasan pajak berlaku untuk badan pengatur sepak bola dan anak perusahaannya.

Walaupun FIFA telah meminta - dan menerima - pengecualian serupa di masa lalu, penyertaan mereka dalam proses penawaran Piala Dunia yang telah diubah akan berarti bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump saat ini harus menandatangani pembebasan tersebut.

Sunil Gulati, Ketua Panitia Penawaran Serikat Bersama Amerika Serikat, Meksiko dan Kanada sebelumnya telah menyatakan bahwa Trump mendukung usaha untuk membawa Piala Dunia ke Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah final 1994.

FIFA menghasilkan kriteria penawaran baru setelah organisasi tersebut mendapat banyak kritikan untuk proses seleksi putaran final Piala Dunia 2018 dan 2022 yang masing-masing dimenangkan oleh Rusia dan Qatar.

Penawaran harus diserahkan secara formal pada 16 Maret 2018 dan FIFA akan memutuskan apakah akan memilih salah satu dari tawaran kandidat pada kongres mereka di Juni tahun depan atau membuka kembali prosesnya jika tidak ada tawaran yang diterima.

Mengenai jaminan imigrasi dan perjalanan, dokumenFIFA mengenai jaminan pemerintah menyatakan: "Untuk memenuhi kebutuhan masing-masing kelompok, Pemerintah diminta untuk secara umum membuat lingkungan bebas visa atau memfasilitasi prosedur visa yang ada untuk mereka. Posedur pemberian visa harus diterapkan dengan cara yang tidak diskriminatif. "

Pengadilan Amerika telah memblokir tindakan eksekutif Trump yang melarang masuk ke Amerika Serikat untuk orang-orang dari beberapa negara berpenduduk mayoritas Muslim.

Namun dalam dokumen tersebut FIFA menambahkan bahwa: "Telah dipahami bahwa kemudahan akses ke Negara Tuan Rumah harus tidak mempengaruhi standar imigrasi dan keamanan nasional di Negara Tuan Rumah."

Dokumen tersebut juga mengatakan bahwa pemerintah negara yang mengajukan penawaran "diminta untuk menjamin dikeluarkannya ijin kerja yang sah tanpa syarat dan tanpa batasan atau diskriminasi apapun" kepada orang-orang yang terlibat dalam persiapan, pengorganisasian dan penyelenggaraan turnamen.

FIFA menambahkan bahwa pemerintah "harus memberikan pembebasan pajak secara umum untuk FIFA, Badan 20W FWC (FIFA World Cup), Anak Perusahaan FWC 2026 (jika memungkinkan) dan anak perusahaan FIFA lainnya yang terbatas pada masa persiapan, pengiriman dan penyelesaian dari kompetisi, dimulai pada tanggal penunjukan Negara Tuan Rumah dan berakhir pada tanggal 31 Desember 2028.

Pedoman penawaran FIFA yang telah "disempurnakan" adalah bagian dari serangkaian reformasi yang diberlakukan setelah krisis korupsi pada 2015 yang menyelubungi organisasi tersebut. Reformasi yang dijalankan termasuk soal etika, hak asasi manusia dan transparansi ditambah tuntutan akan ukuran dan infrastruktur di stadion. [aa/fw]

XS
SM
MD
LG