Tautan-tautan Akses

Pengadilan New York Siap Sidangkan Kasus Suap FIFA


Kantor Pusat FIFA di Zurich, Swiss, 27 Mei, 2015. (Foto:Dok)

Tiga mantan pejabat Federasi Sepak Bola Internasional akan segera menghadapi persidangan untuk dakwaan penyuapan di pengadilan New York. Sidang digelar setelah lebih dari dua tahun Jaksa Penuntut Amerika mengungkap kasus korupsi yang mengguncang organisasi pengatur sepak bola dunia ini.

Pemilihan panel juri dijadwalkan akan dilakukan dihadapan Hakim Distrik Pamela Chen di Brooklyn. Tiga mantan petinggi yang diajukan ke persidangan adalah mantan Presiden Federasi Sepak Bola Peru, Manuel Burga; mantan Presiden Federasi Sepak Bola Brasil, José Maria Marin, dan mantan Presiden Federasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) dan Federasi Sepak Bola Paraguay, Juan Ángel Napout.

Jaksa penuntut Amerika menuduh ketiganya menerima suap dan komisi dari penjualan media dan hak pemasaran dari turnamen Copa America dan Copa Libertadores. Kedua turnamen adalah kompetisi Internasional yang diselenggarakan oleh CONMEBOL.

Sidang tersebut adalah bagian dari penyelidikan pidana besar-besaran dimana jaksa Amerika sudah menjatuhkan tuntutan kepada 42 orang dan badan hukum. Para jaksa menggambarkan meluasnya budaya korupsi yang melibatkan pemberian hak media dan pemasaran ke pertandingan-pertandingan sepak bola di seluruh dunia. Burga, Marin dan Napout adalah terdakwa pertama yang maju ke persidangan.

Duapuluh empat orang sudah mengaku bersalah, kebanyakan dari mereka sejak penyelidikan diumumkan pada Mei 2015, meskipun pengakuan pertama kali sudah disampaikan pada 2013. Dakwaan atas pejabat sepak bola Amerika, Charles Blazer, dibatalkan setelah dia meninggal dunia pada Juli.

“Setelah menunggu dua tahun, Napout menantikan hari persidangannya,” kata Pengacara Napout, Silvia Pinera-Vazquez pada Jumat (3/11). Charles Stillman, pengacara Marin dan Bruce Udolf, pengacara Burga, menolak untuk berkomentar.

Sepp Blatter yang menjabat sebagai Presiden FIFA dari 1998 hingga dia diberhentikan pada akhir 2015 tidak dituntut dalam kasus ini.

Pihak berwenang di Swiss, negara tempat FIFA bermarkas, mengatakan pada Oktober bahwa mereka sedang menyelidiki kemungkinan suap untuk hak media pada Piala Dunia 2026 dan 2030. [fw/as]

XS
SM
MD
LG