Tautan-tautan Akses

AS

FBI: Kejahatan Kebencian di AS Naik pada 2020


Ethan Yang, 11, memegang papan bertuliskan "rasisme adalah penyakitnya" selama rapat umum "Anak-anak vs. Rasisme" menentang kejahatan kebencian anti-Asia di Hing Hay Park di Distrik Internasional Chinatown-Seattle, Washington, AS 20 Maret 2021 (Foto: Reuters)

FBI, Senin (30/8), melaporkan bahwa jumlah kejahatan ras di Amerika Serikat (AS) tahun lalu naik ke level tertinggi dalam lebih dari 10 tahun, didorong oleh peningkatan serangan yang menarget korban kulit hitam dan keturunan Asia.

Data 2020, yang diserahkan ke FBI oleh lebih dari 15.000 lembaga penegak hukum di seluruh AS, mengidentifikasi adanya 7.759 kejahatan kebencian pada 2020, naik 6% dari 2019. Jumlah itu yang tertinggi sejak 2008.

Data FBI menunjukkan jumlah pelanggaran yang menarget orang kulit hitam naik menjadi 2.755 dari 1.930. Insiden terhadap orang Asia naik menjadi 274 dari 158.

Dari 7.426 kejahatan kebencian yang diklasifikasi sebagai kejahatan terhadap manusia, sebagai lawan kejahatan terhadap properti, 53,4% berupa intimidasi, 27,6% berupa penyerangan dan 18,1% untuk penyerangan berat. Sebanyak 22 pembunuhan dan 19 pemerkosaan dilaporkan sebagai kejahatan kebencian.

Departemen Kehakiman memperingatkan bahwa kelompok supremasi kulit putih mewakili ancaman keamanan yang meningkat setelah serangan mematikan pada 6 Januari terhadap Gedung Kongres, Capitol Hill.

Pada saat yang sama, laporan serangan yang dilandaskan kebencian terhadap orang Asia-Amerika dan Kepulauan Pasifik juga meningkat. Pemicunya, dikatakan banyak orang, pernyataan Presiden Donald Trump yang menuding China atas pandemi COVID-19.

Dengan dukungan bipartisan yang luar biasa, April lalu Senat Amerika mengesahkan RUU kejahatan kebencian untuk memerangi kekerasan terhadap orang Asia-Amerika. [ka/ah]

Lihat komentar (3)

XS
SM
MD
LG