Tautan-tautan Akses

AS

FBI Belum Bisa Akses Ponsel Pelaku Penembakan di Texas


Seorang agen FBI sedang menyelidiki lokasi penembakan di Gereja First Baptist di Sutherland Springs, Texas, 7 November 2017.

Sudah empat hari sejak Devin Kelly membunuh puluhan jemaat di sebuah gereja di Texas, namun penyidik dari Biro Penyelidikan Federal atau FBI belum bisa mengakses data telepon Kelley, Wakil Jaksa Agung Rod Rosenstein mengatakan, Kamis (9/11).

Rosenstein menyalahkan fitur enkripsi data yang terpasang di ponsel pelaku yang menghambat penyelidikan kriminal.

Kantor FBI di San Antonio mengirim ponsel Kelley yang terenkripsi ke laboratorium kriminal FBI di Quantico, Virginia, awal pekan ini setelah agen tidak bisa membukanya, kata Christopher Combs, agen khusus yang bertanggung jawab atas kantor FBI San Antonio, Texas, Selasa (7/11).

Namun Rosenstein yang berbicara pada organisasi kemitraan Bisnis BWI di Maryland, mengatakan FBI belum bisa mengakses "data di dalamnya karena enkripsi (sandi)."

"Tidak ada yang punya kepentingan privasi yang sah pada telepon itu," kata Rosenstein. "Tersangka sudah meninggal. Bahkan jika masih hidup, sah bagi polisi dan jaksa untuk mencari tahu apa yang terdapat di telepon itu."

FBI menolak mengatakan apakah biro tersebut berhasil membuka kunci telepon itu tapi tidak bisa mengakses datanya yang terenkripsi.

Kelley, seorang mantan anggota Angkatan Udara, membunuh 26 orang dan melukai 20 lainnya di gereja di Sutherland Springs, Texas, Minggu (5/11) sebelum menembakkan senapan ke arah dirinya sendiri.

FBI belum mengidentifikasi pembuat atau model ponsel Kelley, namun Associated Press melaporkan, Rabu (7/11), ponsel tersebut adalah iPhone buatan Apple.

Apple mengatakan, Rabu, pihaknya "segera" menghubungi FBI setelah "mengetahui penyidik mencoba mengakses telepon itu."

Dalam pernyataannya, Apple mengatakan "Kami menawarkan bantuan dan mengatakan akan mempercepat tanggapan terhadap setiap proses hukum yang mereka kirim kepada kami.” [my/al]

XS
SM
MD
LG